Anggota DPRD Tebing Tinggi Jalan Jalan ke Aceh Tamiang mewakili Warga Tebing Tinggi

Tebingtinggi , — IvoryNews.co.id
Anggota DPRD Tebing Tinggi yang berangkat ke Aceh Tamiang berjumlah 15 orang ditambah 10 orang sebagai pendamping pada tanggal 01 Oktober 2020 yang lalu menjadi suatu kehormatan bagi warga Tebing Tinggi yang belum pernah datang dan/atau berkunjung ke Aceh Tamiang, karena telah diwakili oleh anggota dewan.(12/11/2020).
“ Saya sebagai warga Tebing Tinggi merasa senang sudah diwakili oleh anggota Dewan untuk mendatangi Aceh Tamiang, karena saya sendiri tidak punya uang untuk datang atau berkunjung kesana…apa yang dilihat juga tidak tahu…” kata seorang warga setelah membaca berita yang beredar di media…” Kalau anggota dewan kan boleh menggunakan dana APBD sesuai keinginan mereka….” Tambahnya.
Hal ini dikatakan seorang warga Tebing Tinggi yang tidak mau disebutkan namanya, pasalnya sebagai seorang warga Tebing Tinggi tidak pernah terpikir untuk jalan-jalan ke Aceh Tamiang dan juga tidak memiliki dana untuk biaya kesana, sehingga dengan membaca berita menjadi mengetahui bahwa wakil rakyat Tebing Tinggi sudah pergi jalan –jalan ke aceh Tamiang dengan menggunakan uang rakyat melalui APBD Tebing Tinggi.
 Seperti diberitakan sebelumnya, diduga kunjungan anggota DPRD kota Tebingtinggi dilakukan dengan perencanaan yang seenaknya dan tidak sistimatis sehingga tidak membuahkan hasil, hal ini terbukti bahwa  Anggota DPRK Aceh Tamiang yang dijumpai di Aceh Tamiang banyak tugas dinas luar(TL) alias lagi sibuk sehingga tidak dapat dilakukan pertemuan pada tanggal 01/10/20.
Informasi yang diketahui, kedatangan para anggota DPRD Tebing Tinggi hanya di sambut Pj. Kabag Umum Sekretariat Dewan (Sekwan). Hal ini karena seluruh anggota DPRK Aceh Tamiang sedang tidak berada dikantor, masih Dinas Luar (DL).
Disebutkan bahwa Anggota Dewan DPRK Aceh Tamiang  masih Dinas Luar dan hal tersebut disampaikan oleh Plt Kabag Umum DPRK Aceh Tamiang saat berbincang dengan anggota DPRD Tebing Tinggi di Ruang Banggar Musyawarah (Bamus),
“Datangnya tiba-tiba, langsung saya arahkan ke ruang Bamus, dan surat pemberitahuan tujuan konsultasi diterima saat mereka datang” ucapnya.
Pemberitaan sebelumnya disebutkan bahwa ketika konfirmasi dengan Sekretaris Dewan (Sekwan) Tebing //Tinggi M Saat tanggal 02/10/2020, terkait situasi anggota DPRD Tebing Tinggi yang hanya disambut Pj. Kabag Umum Sekretariat Dewan (Sekwan), M Saat menjawab “tidak mengetahui” dan ketika ditanyakan nama anggota DPRD Tebing Tinggi yang berangkat ke Aceh Tamiang  dikatakan tidak ingat nama mereka. Hal ini merupakan cara untuk tidak mau memberikan informasi kepada awak media karena M Saat langsung meninggalkan awak media di ruangan kerjanya.
Dikatakan M Saat, anggota DPRD Tebingtinggi sudah membawa surat koodinasi dari sini untuk disampaikan kepada DPRK Aceh Tamiang dan memang begitu biasanya bahkan dewan dari daerah lain yang datang ke Tebingtinggi begitu juga.
“Biasa begitu, jika ada anggota dewan yang melakukan kunjungan ke daerah lain, Surat tugas disampaikan setelah sampai …tidak ada kordinasi sebelumnya. Ada 15 anggota DPRD Kota Tebing Tinggi yang datang dengan 10 orang pendamping dan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) ” katanya
Awak media kembali melakukan konfirmasi terkait jalan-jalan anggota DPRD Tebing Tinggi ke Aceh Tamiang , karena belum diketahui siapa saja anggota dewan yang berangkat dan siapa pendamping yang ikut, serta berapa uang rakyat dari APBD Tebing Tinggi yang dikeluarkan dan dihabiskan untuk perjalanan tersebut. Begitu juga dengan biaya pendamping yang 10 orang apakah dibayai dari APBD?.
Sekretaris dewan DPRD Tebing Tinggi, M Saat yang dijumpai langsung mengelak dengan alasan ada rapat Banggar sehingga M Saat meninggalkan awak media tanpa memberikan sinyal untuk bersedia memberikan jawaban konfirmasi dimaksud dan ditunggu hingga 1 jam di ruang sekretariat .
Apakah informasi yang hendak dijadikan berita menjadi rahasia bagi pihak DPRD Tebing Tinggi agar masyarakat tidak mengetahui penggunaan dana APBD ataukah fungsi undang undang Keterbukaan Informasi Publik (UU nomor 14 tahun 2008) tidak berlaku bagi wakil rakyat di Tebing Tinggi (???).
Rakyat Indonesia menunggu informasi penggunaan dana yang efisien dan efektip yang sumbernya dari APBN dan APBD, karena masih banyak yang perlu dibiayai untuk kepentingan rakyat dibandingkan jalan-jalan dengan tidak terjadwal dan tidak mencapai hasil yang efektip.
Hingga saat ini nama anggota DPRD Tebing Tinggi dan besarnya dana yang dikeluarkan dari APBD untuk perjalanan ke Aceh Tamiang masih misteri dan belum terungkap. (GSM)
 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seva Pusat Mobil MurahSeva Pusat Mobil Murah
Seva Pusat Mobil MurahSeva Pusat Mobil Murah
Seva Pusat Mobil MurahSeva Pusat Mobil Murah