Jalan- Jalan anggota DPRD Tebing Tinggi Ke Aceh Tamiang Diduga Mubajirkan APBD Tebing Tinggi

Tebing Tinggi, IvoryNews.co.id
Perjalanan singkat yang dilakukan anggota DPRD Tebing Tinggi ke Aceh Tamiang beberapa hari yang lalu sepertinya hanya jalan- jalan yang menghasilkan kepuasan tersendiri karena setelah sampai di Aceh Tamiang para anggota Dewan disambut oleh  Pj. Kabag Umum Sekretariat Dewan (Sekwan) karena seluruh anggota DPRK Aceh Tamiang sedang tidak berada di kantor, masih Dinas Luar (13/10/20).
Situasi pandemi Covid-19 saat ini sangat membutuhkan perhatian serius bagi semua kalangan dalam aktifitas dan pemanfaatan anggaran, tak terkecuali dalam peran Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif bahkan seluruh elemen masyarakat.
Begitu seriusnya persoalan wabah Covid-19, pemerintah bahkan mengalokasikan anggaran yang luar biasa besar untuk mengatasi persoalan dampak Covid-19, dan sebahagian besar Pemda melakukan kebijakan pengalokasian anggaran APBD untuk turut menekan ancaman virus yang mematikan tersebut di daerahnya, namun tampaknya berbeda dari apa yang dilakukan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Tebing  Tinggi yang telah memberangkatkan sedikitnya 15 Anggota DPRD Tebing berikut para staf untuk melakukan perjalanan ke Aceh Tamiang dan berniat untuk berjumpa dengan anggota DPRK Aceh Tamiang.
Ketika awak media IvoryNews.co.id menjumpai Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Suara Keadilan Masyarakat (LSM SUKMA) dan meminta tanggapan maupun pendapat terkait adanya pengeluaran belanja APBD Tebing Tinggi yang diperuntukkan pada perjalanan anggota DPRD Tebing Tinggi ke Aceh Tamiang , Evi Tanjung selaku Ketua menyebutkan, bahwa harus lebih teliti dalam penggunaan dana yang bersumber dari uang rakyat dan menduga ada yang tak beres dalam agenda perjalanan dinas Kunker yang dilaksanakan belasan Anggota DPRD bersama staffnya ke DPRK Aceh Tamiang, pada tanggal 1 Oktober 2020 yang lalu.
” Sekwan mesti lebih teliti  dalam pemanfaatan anggaran Perjalanan Dinas yang Efektif dan Berdayaguna “.. Hal itu dikatakan ketua LSM Sukma, Evi Tanjung saat ditemui, Selasa (13/10/20) di Medan.
Dikatakan Evi, kegiatan kunker yang menyerap anggaran yang pastinya besar itu sungguh sangat disayangkan lantaran penggunaaan anggaran sumber APBD Tebing Tinggi diduga mubajir.
” Sangat disayangkan, bila kunjungan kerja berjalan tidak efisien dan malah jalan- jalan, apa lagi situasi pandemi Covid-19 saat ini, masyarakat lebih membutuhkan bantuan untuk dapat menunjang kebutuhan hidup khususnya masyarakat terdampak Covid-19 secara ekonomi” ujar Evi.
Selain itu, kata Evi, apa yang dilakukan Sekwan dan DPRD Tebing Tinggi terkesan pembubajiran anggaran negara, dan kunker tersebut hanya berjalan formalitas saja, sehingga tak berdayaguna bagi kepentingan Kota Tebing Tinggi dan masyarakatnya.
” Kita wajib mengkritik perangkat kerja Dewan termasuk para anggota DPRD Tebing Tinggi yang tidak profesional dalam menjalankan fungsi dan pelaksanaan kegiatan yang menggunakan anggaran negara” tegas Evi.
Lanjutnya, LSM Sukma meminta transparansi anggaran dan hasil pencapaian kegiatan selama kunker berjalan, kalau disebut jalan- jalan (?) “.  tutup Evi….(Tim)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seva Pusat Mobil MurahSeva Pusat Mobil Murah
Seva Pusat Mobil MurahSeva Pusat Mobil Murah
Seva Pusat Mobil MurahSeva Pusat Mobil Murah