TERNYATA DUGAAN KORUPSI DI DISTRIK SERDANG I PTPN 3 PENYEBAB WARTAWAN DAN LSM MASUK BUI.

Tebing Tinggi,– IvoryNews.co.id
Sidang perkara yang dikatakan kasus pemerasan disertai dengan ancaman kekerasan kepada 5 orang Petinggi Kebun pada Wilayah Kerja Distrik Serdang I PTPN 3  kini telah bergulir di Pengadilan Negeri Sei Rampah  .
Terdakwa  MH alias Marsal, 40 tahun secara bersama sama dengan Suw alias Apeng 50 tahun didakwa bahwa pada tanggal 21 April 2020 diduga telah melakukan pemerasan yang disertai ancaman kekerasan kepada para pejabat PTPN 3 yaitu Ibnu Syahputra sebagai APK Kebun Pamela, Seno Aji sebagai Manajer Kebun Pamela, Wahyu Cahyadi sebagai Manajer Kebun Gunung Para dan Nikoman Sitorus sebagai Manajer Kebun Silau Dunia dan Arsam Lubis yang kesemuanya berada dalam wilayah kerja Distrik Serdang I PTPN 3 dibawah pimpinan General Manajer Arsam Lubis.
Kedua terdakwa melalui telepon seluler menghubungi salah satu pejabat yaitu  Ibnu Syahputra agar kelima pejabat PTPN 3  menyerahkan sejumlah uang disertai ancaman apabila permintaan uang tersebut tidak dipenuhi maka kedua terdakwa akan memberitakan lagi di media massa tentang dugaan korupsi yang dilakukan korban yaitu korupsi Anggaran Biaya Perawatan Tanaman Menghasilkan pada ketiga kebun tempat para korban bekerja.
Kemudian setelah melalui tawar menawar yang alot maka antara kedua belah pihak sepakat dengan angka 30 juta rupiah, maka pada tanggal 27 April 2020 bertempat di Desa Buluh Duri Kecamatan Sipispis Serdang Bedagai persisnya di kantor Kebun Pamela tepatnya di ruangan APK Ibnu Syahputra, kedua terdakwa setelah menandatangani kwitansi penerimaan uang lalu ditangkap oleh Tim Polres Tebing Tinggi . Sebelumnya Polres Tebing Tinggi telah menerima informasi akan adanya transaksi yang bertentangan dengan hukum.
Kedua terdakwa ditangkap serta menyita barang bukti berupa uang pecahan 50 ribu rupiah dan 100 ribu rupiah dengan jumlah keseluruhan 30 juta rupiah, .4 buah telepon genggam, 1 buah mobil Datsun warna putih nomor polisi BK 1709 WF.  Selanjutnya kedua terdakwa  digelandang ke Mapolres Tebing Tinggi.
Setelah.keduanya ditangkap lalu Ibnu Syahputra membuat pengaduan ke Polres Tebing Tinggi bahwa mereka telah diperas disertai ancaman dengan kekerasan.
MH Alias Marshal dan Suw alias Apeng didakwa melanggar Pasal 268 juncto Pasal 55 dan 56 KUHP yaitu ” secara bersama sama dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak memaksa orang lain dengan kekerasan supaya orang itu memberikan barang yang sama sekali atau sebagiannya termasuk kepunyaan orang lain”.  Terdakwa MH alias Marsal dan rekannya Suw alias Apeng  dituntut secara terpisah.
Perkara ini terkait dugaan korupsi Anggaran Pemeliharaan Tananam Menghasilkan pada semua kebun lingkup kerja Distrik Serdang I PTPN3 yang meliputi Kebun Gunung Para, Kebun Silau Dunia, Kebun Pamela dan Kebun Gunung Manako sebagaimana telah diberitakan oleh Media on line Lasser News Today pada tanggal 31 Maret 2020, 2 April 2020, 10 April 2020, 22 April 2020.
Hasil investigasi yang dilakukan awak media Ivory News co.id  terkait dengan dugaan korupsi ini ternyata menguatkan pemberitaan pemberitaan Media on line Lasser News Today  tersebut. Ditemukan hal hal indikasi korupsi sebagai berikut :
1. Bahwa terjadinya korupsi yang diduga sudah berlangsung  pada seluruh kebun pada lingkup tugas Distrik Serdang I PTPN 3,  pangkalnya adalah pelanggaran terhadap peraturan yang mengatur Pengadaan Barang Jasa yaitu ( PPBJ ) yaitu Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 khususnya Bagian ke-tiga,.Pemaketan, pasal 20 point’ 2e , Memecah Pengadaan Barang Jasa menjadi beberapa paket dengan maksud menghindari tender/ seleksi.
Faktanya bahwa pekerjaan Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan pada Diser I PTPN3  dengan nilai miliyaran rupiah telah dibagi bagi menjadi puluhan paket dengan pagu dibawah Rp 200.000.000. ( Dua ratus juta rupiah ) yang diduga untuk menghindari tender. Seharusnya paket tersebut paling banyak 4 paket sesuai jumlah kebun yang ada.
2. Bahwa pekerjaan Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan yang meliputi kegiatan membuka piringan, mendongkel anak pohon, menyemprot atau pembersihan rumput, memupuk dan menunas ataupun memotong pelepah dikerjakan oleh Buruh Harian Lepas serta tenaga kerja dari keluarga karyawan kebun sendiri. Mereka tidak dilengkapi alat keselamatan kerja yang memadai dan jaminan keselamatan kerja Jamsostek/ BPJS.
3. Sebagaian besar pekerjaan tidak dikerjakan dengan benar atau setidaknya jauh dibawah target atau bahkan dimungkinkan fiktif.
4. Bahwa akibat nilai paket yang terlalu kecil setelah dibagi bagi, maka rekanan atau vendor menjadi enggan dan malas untuk turun ke lapangan dan bekerja optimal , akhirnya urusan pekerjaan diserahkan saja kepada Asisten Kebun, dan vendor hanya menandatangani SPJ serta menerima BAGI HASIL yang diberikan pihak kebun. Ini adalah kolusi atau kongkalikong ataupun rekanan ecek ecek.
Hasil temuan investigasi ini telah dikonfirmasi melalui telepon sellulernya melalui panggilan maupun MMS dengan Arsam Lubis , General Manajer Distrik Serdang I PTPN3 namun tidak direspon, demikian juga dengan Jengger selaku HUMAS Kebun tidak merespon pesan WA dari awak media Ivory News
Dalam kondisi oknum wartawan dan anggota LSM menjadi tersangka dengan tuduhan adanya pemerasan dengan operasi tangkap tangan (OTT) dimana sumber dari langkah yang diambil oleh oknum wartawan dan LSM dengan membuat kesepakatan sejumlah uang Rp.30 juta dengan para Manajer PTPN 3 adalah adanya dugaan penyalahgunaan Anggaran Pemeliharaan Tananam Menghasilkan pada semua kebun lingkup kerja Distrik Serdang I PTPN3 yang meliputi Kebun Gunung Para, Kebun Silau Dunia, Kebun Pamela dan Kebun Gunung Manako ; yang mengarah kepada tindakan korupsi, sehingga jika disimak lebih dalam maka Pemerintah dalam hal ini penegak hukum dapat mengambil tindakan penyelidikan atas indikasi korupsi di tubuh PTPN 3.
” Jika tidak ada langkah penyelidikan atas kasus ini …maka patut dipertanyakan …” Kata Praktisi Hukum F. Sinaga(GSM/ TR).

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seva Mobil BekasSeva Mobil Bekas
Memilih Mobil BekasMemilih Mobil Bekas
Tips Bermanfaat Untuk Membeli Mobil BekasTips Bermanfaat Untuk Membeli Mobil Bekas