Untuk Menutupi adanya Dugaan Korupsi, Manager Kebun Gunung Pamela PTPN III ingkar janji untuk di konfirmasi Wartawan

Serdang Bedagai , — IvoryNews.co.id
Terkait berita  yang sudah meluas di kalangan wartawan dengan adanya terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh petugas kepolisian dari Polres Tebing Tinggi dimana kasus yang menjadi sumber mengapa terjadi operasi tangkap tangan adalah adanya dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum wartawan terhadap pihak PTPN III.
Dengan adanya berita pemerasan yang dilanjutkan dengan operasi tangkap tangan sehingga oknum yang ditangkap mendekam di Polres Tebing Tinggi, banyak menuai pertanyaan di kalangan masyarakat, hal ini dikarenakan sebaimana kata pepatah “ Dimana ada asap disitu ada Api” dan begitu juga dengan sumber asap adalah Api, begitupun dengan kasus yang menjadi pertanyaan sumber pemerasan adalah kedua tersangka telah sepakat dengan Ibnu Syahputra yang merupakan Asisten Kebun Pamela yang kemudian melaporkan kepada Seno Aji selaku Manajer Kebun Pamela , dan oleh Seno Aji melaporkannya Kepada Ardan Lubis General Manajer Divisi Regional Serdang I PTPN 3 dan kemudian secara bersama dengan  Seno Aji Manajer Kebun Pamela, Nikoman Sitorus Manajer Kebun Silau Dunia dan Wahyu Cahyadi Manajer Kebun Gunung Para , menyetujui untuk memberikan uang 30 juta kepada kedua tersangka. Kemudian tersangka MH dan Suw datang untuk mengambil uang 30 juta rupiah tersebut lalu tidak lama berselang keduanya ditangkap oleh Tim Polres Tebing Tinggi.
Dalam hal ini kedua tersangka telah diundang berdasarkan kesepakatan di tingkat Manager PTPN III, di Kantor Kebun Gunung Pamela PTPN 3 , Desa Buluh Duri Kecamatan Sipispis sebagaimana telah disepakati pukul 10.00 WIB, namun untuk disiapkan perangkap atau jebakan sehingga terjadi Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Ketika awak Media IvoryNews.co.id melakukan konfirmasi atas apa yang hendak dibongkar oleh si oknum wartatan yang ditangkap atas dugaan praktek korupsi miliaran rupiah terutama yang bersumber dari Anggaran Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan pada semua kebun dibawah naungan Distrik Serdang I PTPN 3 yang meliputi Kebun Gunung Pamela, Kebun Gunung Para, Kebun Silau Dunia, di hari pertama (14/5/2020) awak media datang, pihak PTPN III (security-red) mengatakan Manager tidak berada di tempat karena sedang rapat di Medan sehingga disepakati agar datang besoknya.
Di tanggal 15 Mei 2020 awak Media kembali datang ke kantor PTPN III untuk melakukan konfirmasi langsung dengan Manager, namun tidak dapat berjumpa dikarenakan sang Manager telah pergi membagikan bahan sumbangan ke beberapa desa di sekitar. Dan awak media diterima oleh bagian Humas yang dipanggil Jengger.
Di ruangan kantor PTPN III menunnggu lama dengan hasil tidak dapat dilakukan konfirmasi karena sang Manager tetap belum kembali ke kantor maka materi konfirmasi disampaikan kepada bagian Humas (yang dipanggil Jengger-red) walaupun perihal konfirmasi tetap masih menunggu jawaban dari Manager, serta dilakukan perbincangan di seputar kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Dalam perbincangan diperoleh informasi bahwa jumlah dana yang diminta oleh si oknum wartawan kepada pihak PTPN III berjumlah Rp.20 juta per unit kebun sehingga keseluruhan adalah Rp. 60 juta, sekaligus juga ditentukan kapan Manager dapat menerima awak media Ivory News untuk melakukan konfirmasi dan ditentukan yaitu tanggal 20/5/2020.
“ Saya sudah menghubungi Manager dan dapat berjumpa minggu depan tanggal 20 Mei 2020 “ Kata Jengger.
Oleh karena ditentukan oleh Manager maka awak media menyanggupi untuk datang pada tanggal 20 Mei 2020 dengan harapan mendapat jawaban konfirmasi , namun setelah di hari yang ditentukan ternyata sang Manager mengingkari janjinya sehingga informasi yang diperoleh hanya berupa adanya tawar menawar  dalam situasi terciptanya operasi tangkap tangan terhadap si oknum wartawan dimana yang diminta sebesar Rp. 60 juta tetapi yang dapat dipenuhi hanya sebesar Rp. 30 juta walaupun berakhir dengan jebakan terhadap si oknum wartawan.
Berbeda dengan kedatangan awak media yang ber keinginan untuk konfirmasi dengan meminta beberapa jawaban, sang Manager tidak bersedia memberikan jawaban untuk bahan berita .
Sikap untuk melakukan jebakan terhadap wartawan merupakan langkah mengantisipasi agar tidak terbongkarnya dugaan korupsi anggaran pemeliharaan tanaman Menghasilkan pada semua kebun dibawah naungan Distrik Serdang I PTPN 3 yang meliputi Kebun Gunung Pamela, Kebun Gunung Para, Kebun Silau Dunia, dimana yang menjadi sorotan adalah kejadian Operasi Tangkap Tangan yang menimpa si oknum, demikian juga sikap untuk menghindari pertanyaan wartawan yang melakukan konfirmasi juga merupakan langkah mengantisipasi agar tidak terbongkar dugaan korupsi walaupun harus mengingkari janji sebagai seorang Manager.
Untuk kalangan tertentu langkah Manager untuk membuat suatu jebakan terhadap si oknum sehingga terjadi Operasi Tangkap Tangan dan juga langkah untuk menghindari konfirmasi dari wartawan yang membutuhkan jawaban untuk bahan berita dan bahkan juga cara lain yang dapat dilakukan agar wartawan tidak memberitakan apa yang menjadi dugaan di area ataupun wilayah kerja PTPN III, menjadi suatu tindakan terpuji sikap Manager , namun tidak menghargai Undang- Undang Pers  dengan menghindar dari konfirmasi dan sepertinya menganggap wartawan yang hanya tukang tulis di jalanan sehingga ketika datang awak media Ivory News masih berusaha menghindar dan bahkan mengingkari janji seorang Manager. (GSM-TR)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seva Mobil BekasSeva Mobil Bekas
Memilih Mobil BekasMemilih Mobil Bekas
Tips Bermanfaat Untuk Membeli Mobil BekasTips Bermanfaat Untuk Membeli Mobil Bekas