Polisi Diminta Tutup Praktik Pengobatan Kebathinan Tanpa Ijin di Binjai Utara

Binjai,– IvoryNews.co.id
Praktik pengobatan Hidayah berbentuk kebathinan yang telah setahun lebih beroprasi di Jalan Cendana, Nomor 48, Kelurahan Jati Negera, Kecamatan Binjai Utara yang dilakoni oleh seorang pria berdarah Palembang dan asal daerah Bandung berinisial MI alias Idris  belakangan ini menjadi gunjingan masyarakat.
Pasalnya, selama beroprasinya praktik pengobatan Hidayah tersebut untuk melayani ratusan dan terduga bahkan ribuan pasien yang telah ditangani hingga kini praktik pengobatan tersebut tanpa memiliki perijinan dari pemerintah.
Di lokasi praktik pengobatan Hidayah yang ditangani oleh MI alias Idris tidak terdapat papan plang ijin apapun, yang konon di lokasi peraktik terpampang baleho pengobatan Hidayah sebagai aktornya dibuat H.Mhd Idris.
Yang lebih parahnya lagi, selain tidak mempunyai perijinan, kalau MI alias Idris selaku pelaku pengobatan kebathinan itu malah tidak mengindahkan larangan Pemerintah Republik Indinesia yang saat ini untuk tidak mengumpulkan masyarakat lebih dari 5 Orang terkait merebaknya Virus Covid19 yang tengah melanda dunia.
Bahkan  praktik pengobatan secara kebathinan tersebut setiap harinya dibuka untuk umum oleh MI alias Idris sejak Pukul 09.00.Wib hingga sampai malam hari dengan modus menjual air meneral dalam kemasan botol dan juga ramuan-ramuan tradisional yang sudah disarati berdalih untuk penyembuhan.
Kepada IvoryNews.co.id, ketika MI alias Idris dikonfirmasi Sabtu (11/04/2020) sekira Pukul 10.30.Wib di lokasi praktik dan tempat tinggalnya pengobatan  Hidayah dan didampingi oleh Lurah Jati Negara Erdi Handika bersama Kepling dan Babinsa setempat kepada Sejumlah Wartawan mengakui kalau usahanya itu sama sekali tidak memiliki perijinan dari pemerintah setempat.
“Praktik penyembuhan pengobatan Hidayah ini memang Kita tidak memiliki ijin dari Pemerintah setempat, namun praktik ini sudah diketahui oleh Kepling dan Lurah setempat, dan kita selama ini bahkan diperbolehkan membuka praktik pengobatan ini oleh Kepling setempat dan Pak Lurah,” Katanya.
Namun Ketika dipetanyakan legilitas keberadaan nya tinggal dikota Binjai, MI alias Idris mengakui kalau dirinya mandah dari Kota Bandung ke Kota Binjai, sedangkan surat mandah yang dimilikinya sudah mati dan tidak berlakulagi alias kadaluarsa.
Dari penelusuran IvoryNews.co.id, ternyata dalam menjalankan pengobatan bentuk kebathinan tidak hanya MI alias Idris di pengobatan Hidayah tersebut, ternyata pemuda asal Palembang tersebut juga ditemani dengan seorang kemanakan yang juga berfopesi sebagai paranormal untuk pengobatan totok syaraf.
Untuk pengobatan totok syaraf dilakoni oleh Inisial Putra (21) yang terhendus kalau keahliannya itu dari lulusan salah satu padepokan, namun demikian selama melakukan praktik pengobatan pada sejumlah pasien yang di tangani selama ini juga tidak memiliki perijinan yang sah.
Menanggapi soal praktik pengobatan Hidayah yang sudah setahun lebih beroperasi di Kelurahan Jati Negara, Kecamatan Binjai Utara tidak memiliki ijin, Lurah Jati Negera Erdi Handika ketika dikonfirmasi IvoryNews.co.id saat berada di lokasi pengobatan mengakui kalau  pengobatan Hidayah yang dikelola oleh MI alias Idris sama sekali tidak mempunyai perijinan.
“Memang dalam praktik pengobatan Hidayah ini ini belum ada ijin dari Pemerintah setempat, dan kita mengetahui adanya praktik kebathinan ini, namun demikian karena ini bentuk pengobatan bersifat kemanusiaan dan sifat nya menolong masyarakat, maka kita biarkan saja selagi tidak bermasalah “, Kata Erdi.
Dijelaskan Erdi lagi,”memang pasien yang berobat setiap harinya bisa mencapai 50 orang, namun demikian sudah diatur untuk berkumpulnya pasien dengan membagi 3 shift, dan masing-masing setiap Shift hanya 15 Orang dengan mengatur jarak tempat duduk untuk menjaga penyebaran virus Covid 19 ini,”Pungkas Erdi terklesan melindungi.
Mulusnya praktik pengobatan Hidayah bentuk kebathinan dan totk syaraf yang dikelola oleh MI alias Idris tanpa mengantongi ijin, terduga kuat adanya kerja sama oleh Kepala Lingkungan setempat dan disinyalir dilindungi oleh Lurah Jati Negara Erdi Andika yang sampai saat ini melakukan pembiaran dalam praktik usaha ilegal.
Bahkan Lurah Jati Negara tersebut tutup mata setiap hari adanya berkumpulnya sejumlah masyarakat di praktek pengobatan Hidayah yang terkesan mengkangkangi instruksi dari Pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran Virus Covid19 khusunya di Kota Binjai.
Sedangkan keterangan yang diperoleh dari sumber berinisial A (53) salah satu pasien Warga Tanjung Langkat, Kabupaten Langkat kepada IvoryNews.co.id yang dihubungi melalui Via Ponselnya Minggu (12/4/2020) Sekira Pukul 15.00.Wib mengungkapkan kalau praktik pengobatan kebathinan tersebut berkedokkan Agama, sementara pasien yang berobat wajib memberikan uang mahar sesuai yang diminta oleh MI alias Idris.
Dan untuk berobat lanjutan, maka pasien wajib membeli air meneral yang disedikannya bersama ramuan-ramuan yang mereka sediakan, dan pasien juga diharapkan memasukkan uang ke dalam kotak Infaq yang sengaja disediakan tanpa nilai yang ditentukan yang jadi miliknya, Ujar Sumber.
Dijelaskan sumber lagi ,”Bahkan salah satu pasien Bu Yusni Tanjung yang diperkirakan berusia 62 Tahun yang mengalami penyakit strok ringan setelah berobat di pengobatan Hidayah dan ditangani MI alias Idris bukan malah sembuh yang akhirnya meninggal dunia akibat terduga mengkonsumsi obat yang diarahkan oleh MI alias Idris tersebut.
Yusni Tanjung mengkonsumsi air mineral yang sudah di jampi-jampi oleh MI alias Idris yang konon menyarankan obat tambahan untuk mengkonsumsi telur ayam kampung sebanyak 40 butir, yang akhirnya penyakit pasien semangkin memburuk hingga menimbulkan kematian,”Ungkapnya.
Diharapkan pihak penyidik Polres Binjai segera menutup praktik ilegal dalam bentuk pengobatan kebathinan tanpa ijin dan segera memeriksa legilitas profesi Inisiaal MI alias Idris selaku pengelola usaha pengobatan Hidayah bersama legilitas profesi  Putra yang belakangan ini menangani pengobatan totok syaraf kepada pasien yang telah ditangani mereka.(Jun.Gntg/ROSI).

Mungkin Anda Menyukai

4 tanggapan untuk “Polisi Diminta Tutup Praktik Pengobatan Kebathinan Tanpa Ijin di Binjai Utara

  1. Kami kenal baik dengan pak haji!! . Ini sunggu sangat fitnah yang sangat keji, dan saya ingin bertanya apakah tuduhan tersebut sudah diminta klarifikasi nya dari pak haji? Ini berita sangat tidak kompetitif .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seva Pusat Mobil MurahSeva Pusat Mobil Murah
Seva Pusat Mobil MurahSeva Pusat Mobil Murah
Seva Pusat Mobil MurahSeva Pusat Mobil Murah