Skenario Pembunuhan Meleset, Ketiga Tersangka Berdebat Sebelum Membuang Korban di Kebun Sawit

Medan, –IvoryNews.co.id
Terkuak fakta baru dalam Rekontruksi tahap II pembunuhan Hakim Pengadilan Negri (PN) Medan yang digelar didua tempat, yakni di Graha Johor, lokasi ZH menjemput JP dan RF  menuju rumah Jamaluddin di Perumahan Royal Monaco Blok B No 22 Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor yang menjadi lokasi kedua digelarnya rekontruksi.
Sebanyak 52 reka ulang adegan dilakukan ketiga tersangka dan disaksikan langsung Jaksa dari Kejari Medan dan sejumlah penyidik.Rekotruksi juga menarik perhatian warga hingga memadati lokasi tersebut.

Baca:Pembunuhan Berencana Hakim Medan, Isak Tangis Istri Saat Rekontruksi
Sungguh apik, namun takdir berkata lain.Sebab, rencana pembunuhan yang diotaki istri Jamaluddin dengan 2 orang suruhan nya terbilang cukup rapi, tapi masih meninggalkan bekas, dan jejak yang menimbulkan perdebatan diatara ketiga tersangka.
Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menyebut para tersangka kasus pembunuhan hakim Zamaluddin yaitu Zuraida Hanum (41), Jeffry Pratama (42) dan Reza Fahlevi (29) sempat berdebat di kamar usai eksekusi.
“Rangkaian ini semua berakhir pada jam 04.00 WIB tanggal 29 November 2019. Disini ada perdebatan, karena tidak sesuai dengan rencana awal. Karena dalam skenario pelaku, korban meninggal terkena serangan jantung. Itu jam 01.00 WIB tanggal 29, ” sebut Kapolda, Kamis (16/1/2020).
“Sementara, katanya melanjutkan “para tersangka terkejut karena ada lebam-lebam merah pada wajah korban, disebabkan karna kuatnya saat membekap korban, hal itu tidak mereka duga sebelumnya ” kata mantan Kapolda  Papua tersebut kepada awak media.
Dikatakanya “istri korban tidak yakin dengan skenario awal, karna meninggalkan jejak dan ini tidak diizinkan istri korban, karena pasti polisi menuduhnya sebagai pelaku, dan bukan serangan jantung. Setelah berdebat, akhirnya disepakati untuk membuang jenazah korban ” jelasnya.

Lebih jauh Kapolda mengatakan ” saat itu istri korban berkeras untuk membawa Jamaluddin (sudah dalam keadaan tidak bernyawa) dan membuangnya ke arah perkebunan yang ada di kawasan Kutalimbaru.
Martuani menambahkan, yang menarik dari sini bahwa istri tersangka memberikan peringatan kepada JP dan RF, jangan pernah menghubunginya dalam tempo empat sampai lima bulan hingga semua dinyatakan aman.
“Ini menarik sehingga dugaan pasal yang kita tuduhkan akan menjadi kasus pembunuhan berencana,” katanya.
Dikabarkan sebelumnya, Hakim PN Medan Jamaluddin ditemukan meninggal dunia di jurang areal kebun sawit di Dusun II Namo Bintang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, pada Jumat (29/11) lalu.
Baca:Polda Sumut Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan Hakim Pengadilan Negri Medan
Dan pada saat ditemukan, korban berada di dalam mobil Toyota Land Cruiser Prado BK 77 HD dalam keadaan kaku dan terlentang di jok mobil nomor dua dengan kondisi tidak bernyawa.(Rid)

Mungkin Anda Menyukai

Translate »