Oknum Papam dan Satpam Kebun Tandem Hulu I Dilaporkan Pasca Dugaan Pelecehan dan Penganiaya Pada Warga

Binjai,-IvoryNews.co.id
Pasca atas dugaan pelecehan dan penganiayaan yang dilakukan oleh Oknum Papam dan Oknum Satpam PTPN-2 Kebun Tandem Hulu I kepada Abdullah Amir Warga Desa Ta dem Hulu I, Dusu. V, Kec Hamparan Perak yang terjadi Sabtu ((11/01/2010) sekira Pukul 16.30.Wib kemarin bakal berbuntut pnjang.
Dari kejadian dugaan atas pelecehan dan penganiayaan yang dilakukan oleh Oknum Papam berinisial Peltu H kepada korban  Laini Gustani (53) telah dilaporkan ke Sub Denpom I/5-2 Binjai sesuai tanda bukti laporan atau pengaduan Nomor  : TBLP – 01/I/2020 yang diterima langsung oleh Ba.Riksa Serma Agus Purnomo.
Sedangkan atas kasus dugaan penganiayaan kepada Korban Abdullah Amir yang dilakukan oleh Oknum Satpam Kebun Tandem Hulu I Berinisial  S alias Maman juga telah dilaporkan Siti Mariam (28) selaku Istri korban kepada pihak penyidik Mapolres Binjai sesuai Tanda Terima Laporan Pengaduan dengan Nomor : STTLP /24/I/2020/SPKT-B/Res Binjai yang diterima oleh Kapolres Binjai melalui Kanit SPKT-B Aiptu Ahmad JunadiTertanggal 12 Januari 2020.
Infirmasi dan keterangan yang diperoleh Reporter IvoryNews.co.id saat korban  menunjukan lokasi kejadian di depan Kantor Perkebunan PTPN-2 Kebun Tandem Hulu I di Kecamatan Hamparan Perak Sabtu malam (13/01/2020) kemarin,  Korban Laini Gustani menjelaskan ,”Saya mendapat perlakuan senonoh oleh Oknum TNI-AD berinisial Peltu Herman yang ditugaskan sebagai Papam di Kebun Tandem Hulu I,”Terang Laini.
Dibeberkan Laini lagi ,”Saya mendapat informasi kalau kemanakan Saya Abdullah Amir mendapat penganiayaan oleh Oknum TNI-AD bersama Oknum Satpam Kebun Tandem Hulu I dengan tuduhan pencurian, dan kemudian Saya mendatangi Pos Satpam Kantor kebun tersebut untuk melihat kebenaran nya.
Setibanya di Pos Satpam persis di ruangan Papam, Saya melihat Amir sedang di intrograsi oleh Papam Peltu H dan Wajah Amir tampak berlumuran darah, sehingga Saya mempertanyakan kepada Oknum Papam tersebut mengapa Amir diperlakukan kejam dengan penganiayaan.
Namun kedatangan dan pertanyakan Saya itu membuat Oknum Papam Peltu H tidak senang dan langsung menyeret Saya keluar dari Pos Satpam dengan menarik lengan tangan kiri Saya hingga sampai di luar palang pintu masuk kantor Kebun Tandem Hulu I tersebut,”Terang Laini.
“Oknum Papam Peltu H bahkan tidak puas, lalu menolak dada Saya hingga mengenai buah dada Saya dengan keras, sehingga Saya terlempar hingga 3 meter dan jatuh terlentang.
Kepala dan badan Saya terhempas ke jalan berbatuan yang kini Kepala Saya mengalami pening, sedangkan bahagian badan mengalami sakit, dan akibat lengan tangan Saya yang diseret oleh Okum Papam tersebut mengalami luka yang konon mengaibatkan lengan baju robek.
Saya tidak terima atas perlakuan Oknum Papam Peltu H yang bersikap arogan yang melakukan penganiayaan dan pelecehan pada Saya, Dia (Oknum Papam Peltu H-red) seharusnya patuh dengan Sumpah Prajurit TNI yang Tunduk kepada Hukum dan memegang teguh disiplin dan disipin Prajurit, serta menjunjung tinggi Sapta Marga serta Delapan janji TNI yang ada, dan kesus ini segera ditindak lanjuti oleh penyidik Sub Denpom I/5-2 Binjai, Ungkap Laini.
Sedangkan dalam keterangan korban Abdullah Amir dalam penjelasan nya saat dirawat di RS Bangkatan Binjai kepada IvoryNews.co.id mengatakan ,”Saya dipukuli oleh Oknum TNI AD berinisial H yang disebut-sebut bertugas sebagai BKO di Kebun Tandem Hulu I bersama Oknum Satpam Berinisial Sulasman alias Maman yang menjabat sebagai Danton di Kebun Tandem Hulu I dengan tuduhan pencurian buah brondolan kelapa sawit,”Kata Amir.
Lebih jauh Amir kembali menjelaskan ,”penganiayaan yang dilakukan pada Saya oleh Oknum TNI berinisial H bersama S alias Maman tersebut terjadi Sabtu (11/01/2010) sekira Pukul 16.30.Wib di lokasi areal Perkubunan PTPN-2 Kebun Tandem Hulu I.
“Saat itu Saya sedang memungut brondolan sisa buah kelapa sawit yang telah diangkut usai panen, tiba-tiba Oknum TNI BKO berinisial H berada dilokasi kebun areal Kebun Abdilin I dan melihat Saya (Abdul Amir-red) sedang memungut berondolan,”Terang nya.
Melihat kedatanga oknum BKO itu, Saya berusaha lari karna takut dipukuli, namun BKO tersebut mengejar Saya dan berhasil melakukan penagkapan yang tak jauh dari lokasi rumah Saya.
Lalu tangan Saya dipegang oleh Oknum BKO tersebut sambil menarik paksa  menuju jalan perkebunan, dan tak lama muncul pula Oknum Danton Satpam berinisial S alias Maman bersama anggotanya langsung melakukan penganiayaan pada Saya dengan memukul sekujur bahagian wajah dan badan Saya.
“Saya dipukuli oleh Maman secara membabi buta, sedangkan   Oknum BKO berinisial H memegangi kedua tangan Saya, sehingga Maman dengan leluasa melakukan penganiayaan hingga Wajah berlumuran penuh dengan darah, sedangkan untuk menghilangkan bukti darah yang ada diwajah Saya, Maman sempat menyiramkan air kolam kebahagian Wajah Saya, lalu pergi begitu saja.
Selanjutnya Oknum BKO H membawa Saya ke kebun Jatian untuk melakukan intrograsi, dan diperkebunan itu Saya kembali dipukuli Oknum BKO H dengan tangan nya yang akirnya Saya pun di bawa ke Pos Satpam kebun Tandam hulu I dengan kondisi babak belur dan penuh berlumur darah di Wajah, Terang korban Amir.
Atas dasar tuduhan pencurian, Saya dipukuli oleh Oknum TNI BKO inisial H bersama Oknum Danton Satpam berinisial Maman, pedahal Saya hanya mengutip brondolan sisa sisa panenanan yang tertinggal dilokasi kebun setelah diangkut.
Setelah puas melakukan penganiayaan, Saya bahkan diserahkan ke Mapolsek Binjai (Tandem Hilir-red) dengan melaporkan atas tuduhan pencurian, dan setelah dipriksa dan diamankan 1 X 24 Jam oleh penyidik, akirnya Saya dilepas dan melanjutkan untuk berobat di RSU Bangkatan.

           

Sedangkan Istri Saya selanjutnya melaporan kejadian itu ke Mapolres Binjai dan juga akan melaporkan oknum TNI berinisial H yang bertugas BKO di Kebun Tandem Hulu I ke Sub Denpom Binjai,” Ungkap Amir.(Rosi)

Mungkin Anda Menyukai

Translate »