Penembakan di Sinagoge Yahudi Jerman Tersiar Langsung

Jerman,, -IvoryNews.co.id
Penembakan maut yang terjadi di dekat sinagoge Yahudi di Kota Helle, Jerman, sempat tersiar secara langsung di Twitch, sebuah platform media sosial untuk live streaming video, selama 35 menit dan dilihat oleh sedikitnya 2.200 pengguna.

Insiden yang terjadi pada Rabu (9/10) itu menewaskan tiga orang.

“Pemilik akun menyiarkan langsung tragedi mengerikan itu secara langsung di Twitch selama 35 menit dan saat itu ditonton oleh setidaknya lima orang,” kata Twitch melalui unggahannya di Twitter pada Kamis (10/10).

Twitch menuturkan video tersebut tersiar secara langsung dan otomatis berdasarkan pengaturan akun. Rekaman gambar itu dilihat oleh 2.200 orang dalam 30 menit awal sebelum ditandai dan akhirnya dihapus dari Twitch.

Dalam salinan video yang diperoleh AFP, video tersebut menunjukkan pria bersenjata merekam dirinya mencaci-maki perempuan dan umat Yahudi sebelum melontarkan serangkaian tembakan ke sebuah sinagog dan restoran Turki di sebelahnya.

Penembakan itu terjadi di hari suci Yom Kippur atau Hari Penebusan yang dirayakan umat Yahudi.

Menurut Twitch, akun yang menyiarkan video penembakan itu dibuat sekitar dua bulan sebelum insiden terjadi. Akun itu pun hanya digunakan sekali untuk mencoba menyiarkan video streaming sebelum hari penembakan terjadi.

“Twitch memiliki kebijakan tidak menoleransi terhadap perilaku berbau kebencian. Kami menganggap ini sangat serius dan berkomitmen untuk bekerja dengan sesama perusahaan teknologi dan penegak hukum untuk melindungi komunitas kami,” tutur perusahaan.

Twitch menuturkan segera setelah video penembakan terhapus, perusahaan berkomunikasi dengan sebuah konsorsium industri untuk meminta bantuan mencegah penyebaran konten tersebut.
Twitch diakuisisi pada 2014 lalu oleh Amazon seharga US$970 juta dan diperkirakan memiliki 15 juta pengguna aktif setiap harinya.
Metode penembakan di sinagoge ini memiliki kesamaan dengan serangan teror terhadap dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, pada Maret lalu, di mana sang pelaku menyiarkan aksi kejamnya itu secara langsung di Facebook.

Mungkin Anda Menyukai

Translate »