Dua Syarat Gerindra untuk Dukung Jokowi

Jakarta,, -IvoryNews.co.id
Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus memenuhi dua syarat jika ingin mendapatkan dukungan dari Gerindra dalam periode pemerintahan selanjutnya. Dua syarat tersebut berkenaan dengan konsep Strategi Dorongan Besar yang diajukan Gerindra.

Wakil Ketua Umum Gerindra Sugiono mengatakan syarat pertama adalah konsep Strategi Dorongan Besar tentang swasembada pangan, air dan energi diterima dan dijalankan. Jika tidak, tutur orang dekat Prabowo itu, Gerindra akan menjadi oposisi.

“Seandainya Gerindra diminta untuk bergabung, syaratnya adalah program dan konsep tersebut yang harus dijalankan,” ucap Sugiono dikutip dari CNNIndonesia.com.

Sugiono menegaskan bahwa partainya memiliki keyakinan tentang keharusan Indonesia melakukan swasembada pangan, air, dan energi. Tentu demi kepentingan masyarakat Indonesia.

Andai itu semua berhasil terlaksana, masyarakat bisa memperolehnya dengan harga terjangkau. Pemenuhan kebutuhan sehari-hari pun menjadi lebih mudah.

Syarat kedua yakni konsep Strategi Dorongan Besar harus dijalankan oleh orang kepercayaan Gerindra. Dengan kata lain, menteri yang mengurusi produksi pangan atau pertanian serta energi di kabinet selanjutnya harus menjadi milik Gerindra.

Akan tetapi, Sugiono tidak menyebut secara gamblang menteri pertanian dan ESDM.

“Jika konsep ini bisa diterima dan posisi kabinet yang berhubungan dengan pelaksanaan ini diserahkan, ya Gerindra oke (bergabung dalam koalisi pemerintah),” ucapnya.

Sugiono menegaskan bahwa konsep Strategi Dorongan Besar adalah milik Gerindra. Sudah dibuat suatu blue print serta misi-misi yang akan ditempuh secara bertahap. Lengkap.

Oleh karena itu, sudah menjadi keharusan pelaksana Strategi Dorongan Besar dipercayakan kepada Gerindra. Jika tidak, mereka tidak berat hati untuk menjadi oposisi dalam 5 tahun ke depan.

“Untuk itu ada beberapa pos yang harus dipegang untuk menjamin pelaksanaan program tersebut. Kalau tidak diterima ya enggak apa-apa, tapi kami memilih lebih baik di luar pemerintahan,” tuturnya.

Strategi Dorongan Besar adalah konsep yang diajukan Gerindra kepada Jokowi dan koalisinya. Konsep tersebut berisi tentang swasembada pangan, air, dan energi.

Demi merealisasikannya, perlu ada pembukaan lahan seluas 14 juta hektare. Wakil Ketua Umum Gerindra Sugiono mengklaim bakal puluhan juta lapangan pekerjaan baru jika konsep itu dijalankan secara optimal.

“Kalau dihitung secara konservatif bisa menciptakan 28 juta lapangan pekerjaan baru,” ujarnya.

Sugiono tidak menampik bahwa pelaksanaan Strategi Dorongan Besar harus ditopang oleh anggaran yang cukup besar. Namun, menurutnya, itu bisa diperoleh dari penghematan anggaran.

“Dan menutup pos-pos anggaran yang selama ini kami nilai bocor. Entah karena korupsi, mark up dan sebagainya,” ucapnya.

Konsep Strategi Dorongan Besar pernah dipaparkan Prabowo saat berkampanye sebagai calon presiden di Pilpres 2019 lalu. Gagal di pilpres, Prabowo lantas mengajukan konsep tersebut kepada Jokowi.

Secara garis besar, Prabowo ingin menerapkan swasembada pangan dan air serta memproduksi bioenergi besar-besaran. Wakil Ketua Umum Gerindra Sugiono mengatakan perlu pembukaan 14 juta hektare lahan untuk merealisasikan Strategi Dorongan Besar dalam lima tahun ke depan.

Pada Juli lalu, petinggi Gerindra mengaku sudah menyiapkan tiga nama untuk didapuk sebagai menteri. Mereka adalah Edhy Prabowo, Fadli Zon, dan Sandiaga Uno.

Edhy adalah wakil ketua umum Gerindra. Dia juga ketua Komisi IV DPR periode 2014-2019 yang membidangi pertanian, pangan, kehutanan, dan perikanan.

Dilansir dari CNNIndonesia.com tersebut mengklaim Presiden Jokowi sudah meminta agar Edhy menjadi menteri di periode selanjutnya. Hal itu pun sudah disampaikan Jokowi kepada Prabowo saat bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta.

Mungkin Anda Menyukai

Translate »