Majelis Hakim Diminta Selektif dan Pro Aktif Dipersidangan Menagani Perkara Penguna Narkoba Atas Tuduhan Pasal Berlapis

Binjai,-Ivory News.co.id
Majelis Hakim di Pengadilan Negri Binjai diharapkan selektif dan Pro aktif menagani perkara kasus Narkoba jenis sabu-sabu terhadap terdakwa HA atas tuduhan pasal berlapis yang disinyalir direkayasa oleh penyidik,”Demikian dikatakan Imanuel.Sembiring, SH selaku pengamat Hukum di Kota Binjai saat diminta tangapan nya saat berada di depan Pengadilan Negri Binjai Selasa (17/09/2019) kemarin.
“Ada beberapa hal yang sangat janggal dalam penepatan pasal yang dituduhkan oleh penyidik kepada terdakwa HA, penyidik menempatkan Pasal 114 ayat (I) Subs Pasal 112 ayat (1) Subs Pasal 132 ayat (I) UU RI No.35 Tahun 2009 yang kami nilai tidak sesuai fakta yang ada.
Bahkan dari analisa Kita, Dari lidik dan penyelilikan serta barang bukti yang diamankan oleh petugas, penyidik dari Kepolisian Sat-Narkoba Polres Binjai yang menagani perkara ini kuat dugaan adanya rekayasa dalam penetapan pasal untuk memberatkan tersangka HA.
Sedangkan keterangan yang kita peroleh dari keluarga terdakwa HA, bahwa pasca kejadian terdakwa HA saat digerebek Polisi di  Jalan Laksana, Gg. Ramu, Kelurahan Berengam Kecamatan Binjai Kota tidaklah sendirian, melainkan bersama rekan-rekanya berinisial SH dan inisial Riki, Katanya.
Dan menurut dari penjelasan keluarga terdakwa HA, lanjut Imanuel ,”bahwa barang bukti sabu-sabu yang berhasil diamankan Polisi dari TKP diperoleh SH yang dibeli dari salah seorang bandar yang dikenalnya, dan HA patungan dengan mengeluarkan uang sebesar 50 ribu rupiah untuk menambahi kekurangan pembelian sabu-sabu kepada SH.
Dalam penjelasan itu, disini jelas kita melihat kalau HA hanyalah sebagai penguna dan bahkan sebagai korban, namun penyidik konon menerapkan HA dengan tuduhan sebagai bandar, pengedar, perusak dan pemakai dengan pasal yang memberatkan.
Terdakwa HA dan SH saat ditangkap Petugas Kepolisian dilokasi penagkapan ditemukan barang bukti 0,13 Gram bersama alat hisap Bong dan kaca pembakar serta 1 unit sepeda motor milik HA yang sampai saat ini masih diamankan oleh penyidik Sat-Narkoba Polres Binjai.
Dari barang bukti sabu-sabu seberat 0,13 Gram bersama alat hisap Bong dan kaca yang berhasil diamankan Petugas Kepolisian, tidak selayaknya Penyidik menetapkan HA dengan Pasal Pasal 114 ayat (I) Subs Pasal 112 ayat (1) Subs Pasal 132 ayat (I), dan HA hanya pelaku yang akan memakai Narkotika jenis sabu-sabu, dan bukan memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I tersebut.
Dengan bukti dan keterangan yang diperoleh penyidik dari HA, seharusnya Pasal 112 UU RI No.35 Yahun 2009 yang lebih tepat untuk diterapkan, sebab HA ditangkap saat hendak memakai dan mengkonsumsi Narkotika sabu-sabu dengan barang bukti 0,13 Gram .
Pasal 127 UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika jelas menyebutkan “bahwa setiap Penyalah Guna narkotika Golongan I bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun, dan pengguna narkotika Golongan II bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun. Terakhir, pengguna narkotika Golongan III bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun.
Terdakwa HA sebagai korban penyalahguna narkotika dan selayaknya untuk menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial sesuai isi dari undang-undang, dalam hal penyidikan ini kita sangat kecewa dengan pentapan pasal tersebut oleh penyidik yang jelas berupaya untuk memberatkan terdakwa natinya, Ujar Imanuel.
Sementara, keterangan yang diperoleh Reporter Ivory News.co.id dari keluarga tersangka HA menyebutkan kalau terdakwa HA ditangkap pihak Sat-Narkoba Polres Binjai pada hari Selasa Tanggal 18 Juni 2019, sekitar Pukul 10.30.WIB di rumah tersangka SH, Kata Sumber.

“Ketiga pelaku tersebut masuk kedalam rumah, sedangkan SH dan HA mengelar alat hisap Bong dan sabu-sabu yang diletakan pada kaca pembakar, sedangkan Riki seolah-olah berperan menjaga keamanan pada pintu, Ujarnya.
Belum lagi Sabu-sabu dibakar, ada suara ketukan pintu dari luar rumah, dengan seketika Riki membuka pintu tersebut dan terlihat sejumlah petugas Polisi berpakaian pereman masuk kedalam rumah dan mengamankan  SH dan AH bersama barang bukti alat hisap Bong dan sabu-sabu serta keca pembakar, sedangkan Riki yang juga seorang pelaku yang akan ikut serta mengunakan sabu-sabu tersebut dibiarkan meloloskan diri dari penyergapan petugas, terangnya.
Sedangkan perdana kasus perkara Narkotika jenis Sabu-sabu atas tuduhan dengan pasal berlapis dan memberatkan kepada tersangka HA, pada hari Selasa Tanggal 17 September 2019 kemarin sudah masuk jadwal persidang, namun dikarnakan kuasa hukum terdakwa HA tidak hadir, Ketua Majelis Hakim yang menagani perkara tersebut menunda persidangan hingga Selasa depan.(ROSI).

Mungkin Anda Menyukai

Translate »