Pariwisata NTT Tak Terpengaruh Kasus Rabies

NTT,, -IvoryNews.co.id
Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) menilai kasus anjing rabies yang sedang menimpa kabupaten Sikka, tak akan berpengaruh pada kunjungan wisatawan ke provinsi berbasis kepulauan itu.

Kasus rabies yang terjadi di kabupaten Sikka, mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan 22 orang dinyatakan positif terkena virus rabies.

“Rabies itu bukan merupakan penyakit yang endemik. Tidak seperti kasus demam berdarah sehingga kasus seperti ini tidak akan menggangu kunjungan wisatawan di daerah ini,” ujar Karo Humas NTT, Marius A Jelamu, seperti yang dikutip dari Antara, Jumat (19/7).
Ia menambahkan wisatawan sendiri tak terlalu terpengaruh dengan kasus rabies tersebut, karena memang yang paling ditakuti adalah kasus malaria seperti yang terjadi di beberapa daerah lain di Indonesia.
“Kita belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya. Kasus ini sebenarnya tiap tahun, tetapi kita lihat tak berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan,” katanya.
Walaupun tak berpengaruh pada kunjungan wisatawan, namun pemerintah provinsi sudah memberitahukan kepada setiap kabupaten untuk mulai lakukan pencegahan.
Berbagai cara, seperti vaksin, diminta untuk secepatnya dilakukan di seluruh kabupaten/kota sehingga tak berdampak bagi orang lain bahkan menyebar sampai ke daerah lain.
Sementara itu Kadis pariwisata NTT, Wayan Darmawa, mengatakan bahwa penangananan cepat harus dilakukan.
Oleh karena itu diperlukan kerja sama antara pemda dengan masyarakat agar bisa mengeliminir kasus rabies itu pada masyarakat.
“Bantuan tur guide dan pelaku wisata dengan menjauhkan wisatawan dari wilayah rawan dan peningkatan kewaspadaan. Kita berharap jangan ada wisatawan yang terkena gigitan anjing rabies ini,” tambah dia.

Mungkin Anda Menyukai

Translate »