BPC Apresiasi Kerja Kapoldasu Yang Berhasil Mengungkap Pidana Korupsi Perusahaan PT.Pelindo l

Belawan,, -IvoryNews.co.id
Pengurus bersama beberapa anggota BPC (Belawan Pres Club) turut mendampingi Ketua BPC Syahril Damanik akrab Manik, memberi apresiasi kerja kepada Kapoldasu yang telah berhasil mengukap kasus tidak pidana korupsi oleh perusahaan PT.Pelindo l,(Persero) Belawan yang diduga kuat dilakukan oleh General Manager  PT.Pelindo l, Cabang Dumai, bernama Harianja MM dan Kepala Unit Galangan  Kapal ( UGK) milik PT.Pelindo l,Belawan  Rudi  Marla ST.
Hal tersebut disampaikan oleh ketua Efendi Damanik  seusai melakukan rapat visi dan misi demi kemajuan BPC yang diadakan di aula Kantor Kecamatan Belawan Sabtu (13/7/2019).
Menurut informasi yang dihimpun diketahui  bahwasanya Kasus tersebut berawal saat dilakukan perikatan Surat Perjanjian (Kontrak) No: UM.58 / 20 / 13 / Dum – 2011 dengan nilai Rp. 1.555.070.000 pada 12 Desember 2011 terkait pekerjaan investasi Kapal Tunda Bayu III PT. Pelindo I Cabang Dumai Tahun 2011 yang ditandatangani oleh Harianja dan Rudi Marla.
Kemudian pada 29 Desember 2011, telah dilakukan pembayaran uang muka atau modal kerja atas pekerjaan tersebut sebesar Rp 1.399.563.000. Dengan menggunakan Cek BNI Nomor CV. 373172, pada 29 Desember 2011 sejumlah uang tersebut dicairkan.
Lalu pada 30 Desember 2011 uang tersebut ditransfer sebesar Rp1.343.480.000, ke PT. Sinbat Precast Teknindo dan sisanya sebesar Rp. 56.033.000 dipergunakan pengurusan surat ijin berlayar.
Namun setelah kontrak ditandatangani, pihak Unit Galangan Kapal Belawan PT. Pelindo I tidak mengerjakan pekerjaan tersebut sesuai dengan kontrak dan uang sebesar Rp.1.343.480.000 dibayarkan kepada PT. Sinbat Precast Teknindo adalah untuk membayar hutang Unit Galangan Kapal PT Pelindo I kepada PT Sinbat Precast Teknindo atas pekerjaan investasi dan pekerjaan perbaikan Kapal Tunda Bayu III Tahun 2010.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes. Pol. Tatan Dirsan Atmaja menyampaikan bahwa dugaan tindak pidana korupsi tersebut terkait dengan pekerjaan investasi Kapal Tunda Bayu III PT. Pelindo I tahun 2011, yang diduga pekerjaan tersebut tidak dilaksanakan alias fiktif.
Hal ini diketahui setelah dilakukan penyidikan dengan LP/413/IV/2018/SPKT-II, tanggal 02 April 2018. “Pekerjaan tersebut fiktif dengan membuat kontrak kerja. Dari hasil audit diduga negara dirugikan 1,3 miliar lebih,” ujar Kombes. Pol. Tatan Dirsan Atmaja, Kamis (11/7/2019).
Ia menjelaskan modus yang dilakukan keduanya yang kini berstatus tersangka yakni dengan membuat kontrak kerja  dengan pekerjaan perbaikan mesin fire, mesin bantu kiri dan kanan, penggantian pipa-pipa yang keropos dan replating, namun pekerjaan tidak dilaksanakan.
“Uangnya digunakan untuk membayar hutang ke PT Sinbat Precast Teknindo di Batam,” jelas Kabid Humas.
Atas perbuatannya, masih kata Tatan, kedua tersangka dikenakan pasal 2 dan pasal 3 undang undang No.31 tahun 1999 sebagaimana yang sudah diubah menjadi undang undang No. 20 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Korupsi.(Han)

Mungkin Anda Menyukai

Translate »