DFSK Jelaskan Garansi 7 Tahun, Jamin ‘Turun Mesin’

Jakarta,, -IvoryNews.co.id
Sokonindo Automobile (DFSK) punya cara tersendiri untuk menggaet konsumen di Tanah Air, salah satunya menawarkan pembelian mobil dengan garansi selama tujuh tahun atau 150 ribu km. Strategi ini sempat bikin wakil Jepang merengut sebab dikira hanya sebagai gimik penjualan.

Daihatsu Indonesia menyebut garansi tujuh tahun tidak diperlukan, sebab komponen yang dilindungi bukan tergolong rentan rusak. Sementara itu, merek Jepang diketahui memberi garansi kepada konsumen setidaknya tiga tahun atau setara 100 ribu km.

Menjawab sangkaan itu, Technical Training dan Service Manager DFSK Sugiartono menjelaskan bahwa pihaknya telah melalukan riset mendalam sebelum menentukan garansi tujuh tahun. Menurut dia fasilitas itu tidak akan sia-sia.

Sugiartono memberi contoh guna garansi tujuh tahun pada masalah kendaraan turun mesin. Masalah ini biasanya dialami mesin yang mengalami kerusakan berat hingga perlu dicopot dari rangka mobil terlebih dahulu untuk diperbaiki.
“Karena gini kalau kami bilang part yang awet, tren terutama di jakarta, tren turun mesin itu karena ngebul, biasanya di sekitar 100 ribu km atau tiga sampai empat tahun,” kata Sugiartono di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (12/7).
Sementara itu garansi tujuh tahun dari DFSK meliputi komponen utama mesin, bodi utama, komponen utama transmisi, komponen utama sasis, komponen utama kelistrikan, dan aksesori bodi.
“Jadi tiga tahun sampai empat tahun 100 ribu km, itu sudah harus mulai memikirkan turun mesin,” kata dia
Contoh lain, Sugiartono mengatakan pemilik kendaraan dapat mengklaim garansi jika rumah lampu mengalami kerusakan. Menurutnya tidak ada rumah lampu yang bisa bertahan hingga tujuh tahun lamanya.
“Sekarang bisa lihat lampu depan head lamp kusam berkarat, atau retak. Apa ada plastik seperti itu tahan tujuh tahun. Makanya kami ambil tujuh tahun,” ungkapnya.
Ia menambahkan syarat klaim garansi tidak berbelit. Sugiartono menjelaskan syaratnya pengguna mobil cukup membawa buku servis dan rutin melakukan perawatan berkala di bengkel resmi.
“Lalu supaya garansi tidak hangus ya mobil harus digunakan dengan semestinya. Bukan karena kencang, eh dibuat balap misalnya,” kata Sugiartono.

Mungkin Anda Menyukai

Translate »