Dokter di AS Dituntut Akibat Beri Dosis Mematikan 25 Pasien

AS,, -IvoryNews.co.id
Seorang dokter di negara bagian Ohio, Amerika Serikat dituntut atas pembunuhan 25 pasien kritis di rumah sakit, Rabu (5/6). Ia diduga memberikan fentanil opioid sintetis yang kuat dengan dosis mematikan untuk mempercepat kematian para pasien ini.

Seorang juri agung mendakwa William Husel atas pembunuhan 25 pasien yang ada di bawah pengawasannya itu. Perbuatan ini diduga dilakukan ketika ia bekerja di jaringan rumah sakit Mount Carmel Health System, di ibu kota negara bagian Midwestern, Columbus.

“Saya telah menjadi jaksa penuntut umum selama 22 tahun dan saya belum pernah melihat dakwaan pembunuhan hingga 25 orang,” kata Jaksa Wilayah Franklin Ron O’Brien pada konferensi pers, seperti dikutip AFP.

Surat tuduhan ini adalah yang terbaru dari pengungkapan kasus yang menunjukkan kegagalan beberapa institusi perlindungan kesehatan. Hal ini juga mencuatkan pertanyaan apakah ada keterlibatan dari puluhan perawat dan apoteker yang bekerja bersama Husel.

Tindakan pembunuhan itu dilakukan Husel selama 4 tahun. Diperkirakan ada 35 pasien yang hampir mati atau sakit kritis yang menjadi korban. Para pasien ini sebagian besar memang tidak diharapkan untuk bisa bertahan hidup, jelas pihak berwenang.

Detektif pembunuhan tangan dingin di Departemen Kepolisian Columbus memfokuskan penyelidikan kriminal terhadap 25 pasien. Sebab mereka mendapat resep dosis fentanil 500 mikrogram. Dosis ini menurut jaksa penuntut, lebih tinggi dari yang seharusnya.
“Dosis pada tingkat itu tidak diberikan untuk memberikan dukungan tujuan medis yang sah,” jelas O’Brien.

Tuduhan terhadap Husel terungkap setelah pengacara rumah sakit memanggil polisi untuk melaporkan kemungkinan telah terjadinya kejahatan. Pihak rumah sakit sempat menskors Husel dari perawatan pasien pada November 2018. Tak lama, Husel pun lalu dipecat.

Ed Lamb, kepala Sistem Kesehatan Mount Carmel, dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa sejak dugaan tindakan Husel terungkap, organisasi tersebut telah menerapkan “perubahan berarti di seluruh sistem kami untuk memastikan peristiwa seperti ini tidak pernah terjadi lagi.”

“Pikiran dan doa kami terus bersama keluarga pasien yang terkena dampak tragedi ini.”
Kepolisian tidak mencari keterlibatan orang lain dengan kasus ini. Tapi, para perawat dan apoteker tengah menghadapi peninjauan atas segala tindakan mereka oleh berbagai dewan pemerintahan.
Rumah sakit tersebut Maret lalu melaporkan 48 karyawannya ke dewan keperawatan dan farmasi yang relevan. Husel telah dan akan menghadapi sidang di kemudian hari.
Tiap tindakan kriminalnya berpotensi mendapat hukuman 15 tahun hingga penjara seumur hidup. Pengacara Husel tidak segera mengembalikan permintaan komentar.

Mungkin Anda Menyukai

Translate »