Isu Tenaga Kerja Asing, Amunisi Sandi Serang Ma’ruf

Jakarta,, -IvoryNews.co.id
Potensi saling serang terkait topik ketenagakerjaan terbuka lebar pada Debat Cawapres 2019. Selain isu tenaga kerja asing yang marak dibahas, Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno diprediksi saling beradu program ketenagakerjaan yang mereka usung.

Pengamat politik Rafif Pamenang Imawan menilai isu TKA terbilang masih efektif untuk menggempur petahana. Sementara, Maruf dengan statusnya yang bukan dari pemerintahan, mau tak mau harus dapat menjawab argumen lawan mengenai isu TKA ini.

“Isu tentang TKA ini pasti akan muncul karena bagaimana pun juga itu kan sentimen yang dilekatkan untuk menyerang,” ujar peneliti Populi Center itu kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Jumat (15/3).

Tugas lain yang harus ditanggung Ma’ruf di panggung debat nanti adalah menangkis keraguan publik akan program Kartu Indonesia Prakerja yang diperkenalkan petahana Presiden Joko Widodo.

Rafif menilai secara gagasan, program tersebut patut diapresiasi karena mendorong negara lebih berperan dalam kesejahteraan warganya seperti yang banyak terjadi di negara-negara kawasan Skandinavia.
Namun, secara pelaksanaan, ia menilai program ini punya syarat yang cukup ketat dan risiko gagal yang juga tak kecil sehingga rentan jadi tambahan amunisi bagi Sandi di malam debat nanti.
“Kartu ini akan jadi bencana jika banyak anak-anak yang ber-skill tapi tidak ada lapangan pekerjaannya dan malah jadi tanggungan negara,” tutur Rafif.
Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Ace Hasan Syadzily meyakini Kartu Indonesia Prakerja tak akan menimbulkan persoalan baru. Ace memastikan Jokowi sebagai penggagas telah berhitung agar program itu bisa dipenuhi lewat skema anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sehingga tidak menambah utang.
“Skema APBN pun itu bisa diambil untuk kepentingan itu. Yang kedua itu yang saya katakan bahwa ini juga bisa kerja sama dengan pihak swasta dengan dunia industri,” ucap Ace pada Jumt (8/3).
Namun, beban demikian tak hanya milik petahana saja. Rafif memandang Sandi punya beban serupa dalam program OK OCE.
Persoalan OK OCE yang akan diusung secara nasional menurut Rafif adalah implementasi di Jakarta yang cukup diragukan. Bahkan jika Sandi tak cermat dalam menjelaskan, program ini dapat jadi serangan balik untuknya.
“Logikanya jika testing di daerah gagal, maka patut dipertanyakan ketika Sandiaga ingin ini jadi agenda nasional,” ucap dia.
Sandi sejak jauh-jauh hari memastikan bakal mengadopsi OK OCE yang ia gagas di Jakarta ke panggung nasional. Bahkan Sandi sudah menyampaikan janji itu sejak mendaftar ke KPU sebagai cawapres. Ia pun memastikan bakal menyampaikan program ini di malam debat nanti.
“Saya sudah diskusi dengan Pak Gubernur Anies Baswedan, itu akan ada replikasikan di nasional, kita akan membangun kewirausahaan yang luas. Salah satu yang akan kita dorong adalah OK OCE,” kata Sandiaga pada Agustus 2018.
Pada palaksanaan debat ketiga nanti, KPU menetapkan empat tema yang akan dibahas kedua cawapres yakni pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, serta sosial dan budaya.

Mungkin Anda Menyukai

Translate »