Luhut Cerita Dekat dengan Jokowi, Tapi Lebih Kenal Prabowo

Jakarta,, -IvoryNews.co.id
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan bercerita mengenai kedekatannya dengan Presiden Joko Widodo. Komandan pertama Detasemen Penanggulangan Teror (Gultor) 81 Kopassus itu mengatakan sudah 12 tahun kenal dengan Jokowi.
Dia bercerita tentang bagaimana posisinya dengan Jokowi berbalik saat ini. Dulu, kenang Luhut, Jokowi sempat datang ke kantornya.
Saat datang, mantan Wali Kota Solo itu harus terlebih dahulu menunggunya selesai rapat baru bisa menemui Luhut. Namun kondisi saat ini berbalik. Luhut kini yang harus menunggu Jokowi selesai rapat jika ingin bertemu.
“Dia dulu kalau datang ke kantor saya, dia yang tunggu. Saya bilang, ‘mas tunggu sebentar saya masih rapat.’ Iya, true story enggak ada bohong. Ya sekarang terbaliknya saya yang nunggu. Itu mystery of life,” kata Luhut saat berpidato di Hotel Alila, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2).
Ia juga mengenang bagaimana dirinya dulu memanggil Jokowi dengan sebutan ‘mas’. Namun, karena Jokowi telah menjabat sebagai Presiden kini dia harus memanggilnya dengan sebutan ‘pak’.
“Saya panggil dia ‘mas’, sekarang enggak ‘mas’ lagi, ‘pak’ manggilnya,” kata Luhut diikuti tawa dari para hadirin.
Ia mengaku tidak iri dengan jabatan Jokowi saat ini. Menurutnya hal itu adalah misteri kehidupan, dan sudah diatur oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Ya kita harus terima juga itu, kalau sekarang tiba-tiba beliau naik, ya yang lain terima, hormatlah. Ya saya kan bintang empat, jenderal, gagah, duit punya, apa lagi?” ujar Luhut berkelakar.
Namun mantan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan itu heran saat ini banyak yang menjelek-jelekan Jokowi. Mulai dari julukan PKI hingga dicap anti dengan ulama.
Terkait dengan tuduhan PKI, kata Luhut, Jokowi sempat bercerita kepadanya mengenai hal ini. Jokowi mengaku heran tuduhan itu dilayangkan kepadanya. Pasalnya waktu Gerakan 30 September PKI 1965, Jokowi masih berusia empat tahun.
“Dia pernah ketemu sama saya itu di mobil, duh gila. (Kata Jokowi) ‘saya ini kan waktu PKI ada baru empat tahun, kapan saya PKI-nya? Saya PKI balita dong,’,” kata Luhut sambil mengutip pernyataan Jokowi.
Selain kedekatannya dengan Jokowi, ia pun sedikit menyinggung soal kedekatannya dengan Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto. Ia mengaku lebih kenal dekat dengan Prabowo ketimbang Jokowi.
“Saya dua-dua pasangan ini saya kenal baik, saya jujur lebih kenal yang sebelah (Prabowo) sana daripada Pak Jokowi,” kata Luhut.
Luhut dan Prabowo diketahui berasal dari ‘kawah candradimuka’ yang sama, yakni Kopassus TNI AD. Bahkan Luhut dan Prabowo merupakan pelopor terbentuknya Sat Gultor 81 pada tahun 1981. Saat itu Luhut menjadi komandan pertama pasukan siluman tersebut, dan Prabowo wakil komandannya.
Di dunia politik, Luhut maupun Prabowo pun sama-sama masuk Partai Golkar. Bedanya, Luhut masih di Golkar hingga kini, sementara Prabowo keluar dan membentuk Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pada 2008.
Atas kedekatannya itu, Luhut mengatakan dirinya masih sering bertemu dengan Prabowo untuk saling diskusi dan makan bersama. Ia bahkan sempat berbicara kepada Prabowo soal pencalonannya di Pilpres 2019 setahun lalu. Ia mempersilakan Prabowo maju capres, asalkan tidak membawa isu agama.
“Saya bilang maju saja, hajar saja maju, tapi jangan gunakan agama, karena itu sangat personal,” kata Luhut.

Mungkin Anda Menyukai

Translate »