Dengan Keadaan Minum Tuak Kepala Desa Sei Baharu Mencoba Pukul Dan Tunjang Wartawan

Hamparan Perak,, –IvoryNews.co.id
Lagi-lagi sungguh perbuatan yang tidak terpuji yang dilakukan oleh  seorang Kepala Desa Sri Bahru, Kecamatan Hamparan Perak, Dengan gaya preman dan sedikit arogan kepada seorang wartawan yang sedang melakukan konfirmasi Kepada Suriyaman terkait tentang kecelakaan beberapa hari yang lalu yang terjadi di jalan palu Nibung dilingkungan 5 Idris 28 tahun diduga telah ditabrak oleh tetangganya sendiri, hingga  mengalami luka serius pada saat itu juga dirinya telah dilarikan kerumah sakit Sinar Husni untuk dirawat dalam keadaan luka parah dibagian kepala,wajah dan pinggangnya mengalami pengeseran.
Yang membuat keluarga Idris tidak senang pelaku yang bernama Ijol merasa tidak bersalah sehingga dari mulai keberadaan Idris dirawat dirumah sakit beberapa hari yang lalu, hingga Idris pulang kerumahnya iIul belum pernah sama sekali melihat dan memberi kabar bagaimana keadaan Idris saat ini, hingga akhirnya orang tua Idris meminta bantuan dan mencoba melaporkan tentang hal ini ke  pihak Polmas bersama Kadus agar kasus ini bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan.
Entah karena apa  melihat orang tua yang sedang kebingungan dan menangis akhirnya sebagai wartawan kita berusaha untuk menanyakan , ” mengapa bapak kok menangis,?  ” saya mau meminta perlindungan terkait kasus anak saya yang dilanggar oleh tetangga saya sendiri namun mereka tidak mau tahu atau tidak mengakui kalau ia telah menabraknya. ” tuturnya.

Hal ini langsung direspon dengan kembali menanyakan bapak tinggal dimana?.saya tinggal di  kebun sawit  Desa Sri Bahru pak!.pada saat itu juga kita mencoba mengunjungi rumah kediaman orang tua Idris yang tinggal di lingkungan 5, dengan tujuan mencoba mencari sulusi menemui seorang Polmas dan Kadus lingkungan 5,pada hari Sabtu 09/2/2019 namun itu kita ketemu dengan Polmas dan Kadus ketika itu juga Kadus telah berjanji akan memanggil pelaku akan di mediasi kerumahnya, jika tidak mau datang hal ini akan dipanggil resmi di kantor Kepala Desa.
Namun penantian dari hari Sabtu hingga Senin (11/2/2019)  dini hari kedua pihak belum juga ada panggilan kemudian konfirmasi mencoba untuk menemui Kepala Desa bernama Suriyaman di kantornya namun beliau tidak berada di kantor sehingga upaya mencoba menemuinya kerumahnya begitu juga Kades tidak ada di rumah kata istrinya bapak tidak ada dirumah temui saja dia diladang, ” kata istri kades, dengan bersepeda motor berjarak sekitar 300 meter langsung ditempuh bersama orang tua Idris melewati benteng sungai akhirnya Kades telah berada disebuah gubuk ladangnya biasa dia beristirahat sambil meneguk secangkir tuak bertambul kan telur bebek dan kerang rebus.

Saat itu juga dirinya bersedia kita temui dengan mempersilakan wartawan untuk duduk didekatnya karena kenal dengan orang tua Idris dirinya menanyakan ada apa kalian kemari sehingga mengejar-gejar saya apalagi saya sedang istirahat,lalu wartawan bertanya saya mau konfirmasi pak!. terkait kejadian kecelakaan Tentang warga bapak disini?. dengan nada keras Kades menjawab kalau urusan warga bukan ke saya itu urusan Polmas,ya kan bapak sebagai Penguasa wilayah Desa Sei Baharu ini masak tidak bisa menyelesaikan masalah, karena kan kemarin saya temui Polmas dan Kadus soalnya kalau tidak bisa diselesaikan di Kadus akan di panggil ke Desa bagaimana itu pak?.tidak bisa menjawab akhirnya dengan gaya arogan tidak memakai baju,sambil berdiri Kepala Desa emosi langsung mengusir wartawan dengan berkata keluar kamu dari sini kalau tidak kupukul dan kutunjang kau pergi kau..hari itu juga kita langsung meninggalkan lokasi tempatnya Kades beristirahat.

Namun itu wartawan beralih untuk menemui beberapa warga yang tinggal di seputaran Pembuatan jembatan yang tidak dikerjakan lagi, guna meminta tanggapan terkait Titi Sei baru yang berhenti dikerjakan. salah seorang warga ketika diminta tanggapannya Jujur masyarakat saat sekarang resah terkait lamanya pekerjaan jembatan ini yang sangat lama diselesaikan padahal pekerjaan tersebut sudah dimulai dari bulan Agustus 2018,memang sih dulu masyarakat disini mau bikin Titi darurat, tapi  anehnya kok bisa antara Kepala Desa dengan BPD mengusulkan Getek supaya masyarakat disini dapat bekerja, jadi kenapa proyek jembatan ini yang dibangun kok berhenti sedangkan kepala desa tidak mau tahu, ” kata seorang warga yang namanya tidak mau disebut.(Han)

Mungkin Anda Menyukai

Translate »