Pemerintahan AS Masih Tutup, Trump Batal Kunjungi Swiss

Amerika Serikat,, –IvoryNews.co.id
Presiden Amerika SerikatDonald Trump membatalkan kunjungannya ke Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Penyebabnya adalah penutupan sebagian pemerintahan AS masih berlanjut.

Keputusan itu dia umumkan pada Kamis (10/1) melalui cuitan dalam akun Twitter.

“Karena ketidakpedulian Demokrat pada keamanan perbatasan dan pentingnya keselamatan bangsa, saya dengan hormat membatalkan kehadiran saya yang sangat penting ke Davos, Swiss untuk Forum Ekonomi Dunia,” tulis Trump, seperti dikutip AFP, Jumat (11/1).

Trump sempat mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih dia berniat berpidato di forum tersebut, tetapi tidak akan hadir jika penutupan pemerintahan AS masih berlanjut.

Batalnya kehadiran Trump di forum ini membuyarkan kesempatan Presiden AS berdiskusi dengan pemimpin dunia lainnya perihal ekonomi, termasuk perdagangan. Apalagi soal perang dagang antara AS dan China yang kemungkinan besar disinggung.

Pemerintahan Trump terlibat dalam pembicaraan dagang dengan Uni Eropa dan China. China dan AS telah menyetujui 90 hari gencatan perang dagang, untuk memastikan kesepakatan perdagangan.

Wakil presiden China, Wang Qishan, diperkirakan akan hadir dalam Forum tersebut. Namun, belum ada informasi jelas apakah ada pertemuan khusus antara dirinya dan Trump yang telah direncanakan.

Menteri Keuangan, Steven Mnuchin, mengatakan ia masih berdiskusi dengan Gedung Putih tentang kedatangan dirinya ke forum tersebut setelah Trump menyatakan tak akan hadir.

“Dugaan saya kalaupun kami melanjutkan hadir, mungkin akan dalam skala yang lebih kecil,” kata Mnuchin.

Penutupan sebagian pemerintahan AS dimulai sejak 22 Desember 2018. Jika situasi ini berlanjut sampai Sabtu (12/1) besok, maka ini menjadi yang terlama dalam sejarah Amerika Serikat.

Hingga kini Trump masih berkeras melanjutkan penutupan sebagian pemerintahan, sampai permintaan anggaran US$5 miliar untuk membangun tembok perbatasan AS-Meksiko disetujui dewan perwakilan. Ia bahkan menggertak akan menggunakan hak prerogatifnya, dengan menyatakan negara dalam keadaan darurat untuk mencapai tujuannya, yang kemungkinan juga dilawan oleh DPR AS.
sumber:cnn

 

 

Mungkin Anda Menyukai

Translate »