Minta Uang Rp25 Juta, Petinggi PSSI Dipolisikan

Jakarta,, –IvoryNews.co.id
Mantan manajer Perseba Bangkalan Imron Abdul Fattah melaporkan petinggi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) berinisial IB ke polisi dengan nomor laporan LP/01/I/2019/Satgas per tanggal 7 Januari 2019.

Imron melaporkan IB dengan Pasal 378 KUHP dan atau PASAL 372 KUHP dan atau Pasal 3, 4, 5 Undang Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Selain IB, mantan ketua pengurus daerah provinsi Jawa Timur dengan inisial HS juga dilaporkan dengan pasal yang sama.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono menyatakan kasus Imron bermula dari keinginan Perseba Bangkalan untuk menjadi tuan rumah pertandingan delapan besar Liga Remaja (Piala Soeratin) seri nasional 2009.

Imron sebagai manajer pun menyampaikan permohonan tersebut ke PSSI melalui Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) dan bertemu dengan HS.

“Pada saat itu saudara HS meminta sejumlah Uang sebesar Rp140 juta sebagai syarat untuk meloloskan Perseba menjadi tuan rumah pertandingan,” kata Argo saat dikonfirmasi, Rabu (9/1).

Imron pun memutuskan untuk melakukan transfer sebesar Rp115 juta kepada HS dengan sejumlah pengiriman. Transaksi tanggal 5 Oktober 2009 sebesar Rp40 juta, pada 13 Oktober 2009 sebesar Rp25 juta, pada 6 November 2009 sebesar Rp50 juta.

“Selanjutnya pada November saat korban berada di Jakarta dihubungi oleh terlapor IB selaku Ketua BLAI meminta kepada korban uang sebesar Rp25juta sebagai tambahan uang untuk persetujuan pelaksanaan pertandingan delapan besar Liga Remaja Piala Soeratin seri nasional 2009,” jelas dia.

Kepada polisi, Imron mengaku baru tahu bahwa tidak ada prosedur pembayaran untuk menjad tuan rumah sebuah pertandingan.

“Korban baru mengetahui dan menyadari bahwa untuk menjadi Tuan rumah pertandingan delapan besar Liga Remaja (Piala Soeratin) seri nasional 2009 tersebut tidak ada ketentuan untuk melakukan pembayaran,” tuturnya.

“Akibat kejadian tersebut korban merasa dirugikan dan melaporkan kepada Satgas Anti Mafia Bola Polri untuk dilakukan proses hukum,” tutup Argo.

sumber:cnnindonesia

 

Mungkin Anda Menyukai

Translate »