Tidak Tahan Dengan Perlakuan Suami Sejak Tahun 2014 , Suami Dilaporkan ke Polres Serdang Bedagai

Serdang Bedagai,, –IvoryNews.co.id
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang sering dilakukan seorang Suami terhadap Istrinya inisial H, dengan terpaksa melaporkan suaminya Johan Wijaya ke Polres Serdang Bedagai,  (26.12.2018) dengan nomor laporan polisi No : LP/331/XII/2018/SU/RES SERGAI 26 Desember 2018.
Akibat dari perlakuan suami yang sering menampar dan memukuli istrinya sejak mereka menikah tahun 2014 ,maka korban sudah tidak tahan lagi, apalagi sejak kehamilan anak pertama suami sudah sering melakukan tindakan kekerasan dan menganiaya korban,dan terakhir suami pelapor melempar kursi kepada korban dan korban sudah tidak tahan lagi untuk mempertahankan sikap suaminya yang kasar itu.
Karena sudah sering sekali kekerasan yang dilakukan suaminya terhadap H (istri pelapor) membuat H bertekat untuk melaporkan suaminya ke Polres Serdang Bedagai dengan didampingi kuasa Hukumnya Dermanto Tusnip, SH,MH.
Dalam pemeriksaan perkara saksi korban di hadapan Penyidik Polres Serdang Bedagai pada hari Jumat lalu terungkap fakta bahwa suami sering juga menganiaya putri pertamanya dan bahkan pernah mengikat kaki dan tangan putra keduanya. Susu untuk pertumbuhan kedua anaknya juga diberikan yang telah kadaluarsa.Di samping itu keluarga korban termasuk keluarga berada secara ekonomi. Sejak menikah tahun 2014, keluarga ini telah memiliki Deposito 500jt, uang cash 80.000 dolar singapura, 2 unit ruko, mobil agya dan beberapa aset lainnya yang disimpan di Safe Deposit Bank Mestika Jl.Asia Medan. Sebelum kejadian KDRT, suami memberikan kuasa untuk dapat mengakses Safe Deposit Bank tersebut. Namun setelah KDRT, si suami mencabut kuasa istrinya yang diduga akan menikmati sendiri harta bersama yg diperoleh sejak menikah pada 12 Juni 2014 sesuai akta perkawinan.
Sementara itu, Pengacara korban Dermanto Turnip, SH MH mendesak kepada Penyidik kepolisian agar segera melakukan penyidikan dengan transparan dan profesional. Bahkan pihak korban telah menyiapkan pakar hukum pidana dan ahli kedokteran forensik untuk mempercepat proses penyidikan agar dapat segera disidangkan di Pengadilan.(Malau)

Mungkin Anda Menyukai

Translate »