Data Pejabat Jerman Termasuk Merkel Bocor dan Beredar Online

Jerman,, –IvoryNews.co.id
Data dan dokumen pribadi dari ratusan politisi dan tokoh publik Jerman termasuk Kanselir Jerman Angela Merkel dipublikasikan secara online.

Dilansir dari Reuters, kejadian ini menjadi salah satu pelanggaran data paling luas yang terjadi di Jerman. Para analis teknologi melihat data yang terpublikasi di online berasal dari kesalahan penggunaan informasi login untuk layanan cloud, akun email dan jejaring sosial.

Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer mengungkapkan hal tersebut tak lama setelah kejadian kebocoran data terjadi di internet. Seehofer juga mengatakan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa sistem komputer pemerintah Jerman telah ‘dikompromikan’.

Namun, Kementerian pun mengatakan masih belum jelas apakah pelanggaran data tersebut, yang memicu pertemuan darurat badan pertahanan cyber nasional BSI adalah hasil peretasan atau kebocoran.

Seperti dikutip dari Reuters, salah satu sumber pemerintah pihak berwenang sedang menyelidiki semua kemungkinan, termasuk spionase. Pasalnya, tidak mungkin ada satu orang yang dapat mengumpulkan data dalam jumlah besar yang telah dirilis.

Lembaga penyiaran publik rbb yang pertama kali membocorkan ‘kebobolan’ data ini mengungkapkan bahwa data para pejabat ini telah diterbitkan di akun Twitter, termasuk alamat, surat pribadi dan salinan kartu identitas.

Namun, mereka menuliskan identitas pelaku dan motif pelaku belum tidak diketahui. Sumber mengatakan kebocoran data pertama kali menjadi jelas pada Kamis malam.

Media Jerman mengatakan nomor faks dan dua alamat email yang digunakan Merkel telah dipublikasikan tetapi pemerintah mengatakan tampaknya tidak ada bahan sensitif dari kantornya yang dirilis.

Bahan yang diretas termasuk obrolan pribadi Robert Habeck dengan anggota keluarga dan kartu identitas anak-anaknya.

Surat kabar Die Welt melaporkan pada Jumat malam bahwa daftar yang diterbitkan termasuk nama 410 anggota konservatif Merkel, 230 Partai Sosial Demokrat Jerman, 106 anggota Partai Hijau, 91 anggota Partai Kiri Radikal dan 28 anggota Free Democratic Party (FDP).

sumber:cnn

Mungkin Anda Menyukai

Translate »