Disangka Mata-Mata, Mantan Marinir AS Ditahan di Rusia

Jakarta,, –IvoryNews.co.id
Seorang mantan marinir Amerika Serikat, Paul Whelan, ditahan di Moskow, Rusia, karena diduga melakukan spionase.

Badan intelijen Rusia, FSB, menyatakan Whelan ditangkap pada Jumat (28/12) ketika “tengah melakukan aktivitas mata-mata.”

FSB melaporkan bahwa Whelan ditahan atas dugaan tindakan kriminal di bawah Pasal 276 Undang-Undang Pidana Rusia.

Di Washington, Kementerian Luar Negeri AS mengaku telah mendapat notifikasi formal terkait penangkapan salah satu warganya itu.

“Berdasarkan Konvensi Wina, kewajiban Rusia menyediakan akses konsuler dalam kasus ini. Kami telah meminta akses tersebut dan berharap pihak berwenang Rusia bisa memenuhinya,” ucap seorang juru bicara Kemlu AS seperti dikutip AFP pada Rabu (2/1).

Sementara itu, keluarga Whelan membantah bahwa pria 48 tahun itu terlibat dalam aktivitas spionase. Saudara Paul, David Whelan, menuturkan dia ke Rusia untuk mengunjungi acara pernikahan kerabat.

“Kami telah membaca berita penahanan anak dan saudara kami, Paul Whelan, di Moskow. Paul adalah mantan personel marinir AS dan tengah mengunjungi Moskow untuk menghadiri acara pernikahan,” ucap David melalui Twitter pada Selasa (1/1).

David menuturkan keluarga putus kontak dengan Paul sejak Jumat pekan lalu dan telah berkomunikasi dengan pejabat Kemlu AS tak lama setelah mendengar penangkapan tersebut.

“Kami sangat khawatir dengan keamanan dia. Dia tidak bersalah dan itu tidak diragukan lagi,” papar David.

Kepada media lokal AS, David menuturkan saudaranya itu pergi ke Moskow untuk menghadiri acara pernikahan rekannya yang juga sesama mantan personel marinir AS dan meminang perempuan Rusia.

David mengatakan Paul tidak mungkin mengambil risiko semacam itu karena memiliki latar belakang hukum dan merupakan seorang mantan marinir.

“Dia sangat menyadari aturan hukum dan risiko bepergian di negara-negara yang mungkin berisiko bagi para turis AS. Dia tidak mungkin mengambil risiko semacam itu dalam perjalanannya ke Moskow, apalagi untuk melanggar hukum termasuk tindakan spionase,” ucapnya.

Hingga kini, David belum bisa berkomunikasi dengan Paul. Dia memaparkan berdasarkan hukum Rusia, Paul baru bisa dihubungi setelah 72 jam ditahan.

Pria kelahiran Kanada itu kini bekerja sebagai direktur keamanan global salah satu perusahaan pemasok alat otomotif, BorgWarner.

BorgWarner menyatakan Paul “bertanggung jawab untuk mengawasi keamanan salah satu perusahaan kami di Auburn Hills, Michigan, dan beberapa fasilitas perusahaan lainnya di seluruh dunia.”

“Kami telah berkomunikasi dengan otoritas AS untuk membantu karyawan kami dan pemerintah terkait kasus ini.”

Penangkapan Paul terjadi tak lama seusai Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh negara Barat menggunakan kasus spionase untuk mengancam Rusia.

Dalam jumpa pers akhir tahunnya beberapa waktu lalu, Putin menganggap Barat ingin menahan Rusia yang pelan-pelan mulai bangkit kembali.

“Hanya ada satu tujuan, yakni untuk menahan perkembangan Rusia yang berpotensi menjadi pesaing. Ini terkait dengan pertumbuhan kekuatan Rusia,” kata Putin.

sumber ; cnnindonesia

Mungkin Anda Menyukai

Translate »