Kementerian PUPR Pastikan Satu Pegawai Ditahan KKB Papua

Jakarta,-Ivory News.co.id
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan satu pegawai kementerian menjadi bagian dari 25 orang korban yang ditahan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada insiden yang terjadi di Kabupaten Nduga, Papua, Minggu (2/12).
Dikutip dari CNN Indonesia, Basuki mengatakan pegawai tersebut bertugas sebagai pengawas proyek jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak yang dikerjakan oleh PT Istaka Karya (Persero).
Hanya saja, ia tak bisa mengonfirmasi bahwa pegawainya masih selamat atau justru menjadi korban. Sebab, sampai saat ini, pegawainya masih belum dapat ditemukan.
“Hingga sekarang ia belum bisa ditemukan,” jelas Basuki di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (5/12).
Basuki melanjutkan pegawainya kini menjadi satu dari dua korban tahanan KKB yang hingga sekarang belum diketahui keberadaannya.
Ia hanya berharap pegawainya bisa mengikuti jejak empat tahanan KKB lain yang selamat dan sudah dievakuasi oleh tim gabungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
“Tapi kami berharap ia selamat, dan Kami berharap demikian, sementara lokasi insiden tersebut merupakan bagian dari proyek Trans Papua seksi V antara Wamena dan Mamugu dengan panjang 278 kilometer (km).
Ia mengakui seksi ini merupakan zona merah, baik dari segi keamanan maupun geografis, dan Basuki juga menyebut tidak menemui hambatan yang sama kala mengerjakan proyek Trans Papua di wilayah lainnya.
Sejak 2015 hingga saat ini, progres pembangunan jalan Trans Papua sudah mencapai 945 kilometer (km), atau 26,73 persen dari total rencana konstruksi sepanjang 3.535 km.
Tak hanya itu, ia juga menyebut realisasi pembangunan jalan perbatasan sudah mencapai 107 km atau 9,74 persen dari total rencana pembangunan 1.098 km.
Proyek Trans Papua seksi V rencananya memiliki 35 jembatan, di mana 24 proyek digarap Istaka Karya dan sisanya dilakukan oleh PT Brantas Abipraya. Setelah insiden ini, ia mengatakan proyek jembatan tetap dilanjutkan, dan ini tetap akan dilanjutkan, tak akan dihentikan,” papar dia.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian menyebut 19 pekerja Istaka Karya telah menjadi korban dari aksi yang dilancarkan KKB tersebut.
Selain pekerja konstruksi, satu anggota TNI juga gugur setelah KKB menyerang pos Yonif 755/Yalet di Kabupaeten, dan diduga sehari setelahnya, artinya sejauh ini sudah ada 20 korban jiwa yang jatuh gara-gara insiden tersebut.
Saat ini, pasukan gabungan TNI dan Polri tengah berupaya mengevakuasi korban jiwa. Hanya saja, medan yang berat menjadi halangan mereka, pasukan akan segera masuk ke gunung, dan dari situ mereka harus jalan kaki selama lima jam. dan Kami yakin dengan kekuatan yang ada, kondisi ini bisa kami kuasai,” Papar Tito.***

Mungkin Anda Menyukai

Translate »