Dugaan Korupsi Rugikan Keuangan Negara, Ditreskrimsus Polda Sumut  Tahan 3 Anggota DPRD Tapanuli Tengah

Medan,-Ivory News.co.id
Dugaan melakukan tindak pidana korupsi mark Up atau penyimpangan biaya perjalanan dinas ke luar daerah Tahun Anggaran 2016 – 2017 yang telah merugikan keuangan Negara, tiga orang anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Provinsi Sumatera Utara,  ditahan Penyidik Unit 1 Subdit III Ditreskrimsus Polda Sumut.
Kepada Wartawan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja Senin (3/12/2018) mengatakan ,”ketiga tersangka yang ditahan yakni Julianus Simanungkalit, Jonias Silaban, dan Hariono Nainggolan bahwa etiganya ditahan setelah diperiksa sebagai tersangka,”Papar Tatan.
Dijelaskan Tatan lagi ,”Penyidik sempat melakukan pemeriksaan kesehatan oleh Tim dari Biddokes Polda Sumut, dan selanjutnya ke-3 orang tersangka tersebut diserahkan ke Dittahti Polda Sumut untuk kemudian dilakukan penahanan berdasarkan Surat Perintah Penahanan,” Ujarnya.
Tatan menambahkan ,”bahwa ketiga tersangka tersebut telah dilakukan panggilan secara patut sebanyak dua kali, namun tidak hadir tanpa alasan yang jelas, selanjutynya penyidik Unit 1 Subdit III Ditreskrimsus melakukan penjemputan paksa terhadap ketiga anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah 
Dan sebelumnya penyidik sudah melayangkan surat panggilan, namun yang bersangkutan tidak hadir, sehingga ketiganya diperiksa dijemput dengan Surat Perintah Membawa dan Menghadapkan tersangka, Ungkap Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja.
Sedangkan Wakil Ketua DPRD Tapanuli Tengah Awaluddin Rao dan Sintong Gultom  anggota DPRD Tapteng juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama, dan penyidik tengah menjadwalkan pemanggilan ulang kepada mereka, sedangkan surat untuk panggilan kepada kedua tersangka tersebut akan segera dilayangkan kembali.
Sementara dalam kasus ini, bahwa penyidik Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut telah menetapkan lima anggota DPRD Tapteng sebagai tersangka sejak September 2018.
Dan Kelima anggota DPRD Tapteng telah ditetapkan sebagai tersangka yakni Julianus Simanungkalit, Jonias Silaban, Hariono Nainggolan, Awaluddin Rao dan Sintong Gultom.
Kelimanya diduga melakukan mark Up atau penyimpangan biaya perjalanan dinas ke luar daerah Tahun Anggaran Tahun 2016 – 2017 yang diduga merugikan Negara sebesar Rp 655 juta rupiah.
Sedangkan modus yang dilakukan kelima tersangka yakni dengan menggunakan bukti pembayaran bill hotel yang diduga fiktif atau di-mark Up sebagai pertanggungjawaban atas perjalanan dinas keluar daerah dalam hal agenda konsultasi dan kunjungan kerja serta bimbingan teknis.
Dari kelima tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) subsidair Pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 KUHP,”Jelas Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja.(Red).

Mungkin Anda Menyukai

Translate »