Setahun Perkara Tindak Pidana Penggelapan oleh Oknum CV. Duta Motor Masih Belum Jelas di Tangan Penyidik, Korban Akhirnya Melapor Pada “OMBUDSMAN”

Binjai,-Ivory News.co.id
Terkait kasus tindak pidana penipuan dan Penggelapan yang dilaporkan korban Rudi Antony, warga Binjai Utara sesuai dengan laporan Polisi dengan Nomor : LP/660/XI/2017/SPKT-A di Mapolres Binjai yang telah genap setahun lamanya hingga kini perkaranya tidak jelas ditangan penyidik dan akhirnya dilaporkan ke Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatara Utara yang berada di Medan.
Pasalnya kasus perkara tindak pidana atas penggelapan satu unit kenderaan mobil Mitsubisi Kuda Plat Polisi BM-1467-SN yang melibatkan Edu Raya Riahta Tarigan, oknum karyawan dari CV. Duta Motor yang berkedudukan di Kota Binjai hingga sampai saat ini masih bebas berkeliaran meski sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Ironisnya lagi, kalau pihak penyidik Mapolres Binjai telah menerima laporan pengaduan dari korban sejak Tanggal 11 Nopember 2017 lalu dan telah mengambil keterangan dari pelapor bersama saksi-saksi baik dari saksi korban maupun saksi terlapor beserta mengumpulkan barang bukti, penyidik masih menetapkan seorang tersangka.
Padahal dari sejumlah SP2HP yang diterima korban, disebutkan kalau penyidik sebelumnya telah memeriksa tersangka Edu Raya Riahta Tarigan bahkan telah memeriksa  saksi-saksi diantaranya Sihar Parulian Sihombing selaku kepala cabang atau Maneger Showroom Duta Motor Binjai bersama Hotma Halima Efiani Sirait dan juga Hafizatul Fitri Elisabet Sitorus.

Yang mana dari keseluruhan saksi-saksi yang telah diambil keterangan nya oleh penyidik mengakui kalau mobil korban dibawa oleh Edu Raya Riahta Tarigan yang hingga kini korban sendiri tidak tau keberadaan mobil tersebut, dan tindakan pelaku tersebut dalam penjelasan kepada penyidik berdasarkan perintah atasannya.
Yang lebih anehnya lagi, kasus yang ditangani penyidik Mapolres Binjai itu berlarut-larut tak kunjung selesai, bahkan pelaku yang selama ini diketahui keberadaanya kini penyidik konon tak mampu alias impoten untuk menangkap Edu Raya Riahta Tarigan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Bahkan dinilai kalau pihak penyidik dalam penanganan kasus perkara tersebut dan diketahui sudah 3 pejabat Kasat Reskrim silih berganti sepertinya tak mampu untuk menyelesaikan perkara, sehingga korban tidak tahu kepastian hukum di jajaran Polres Binjai.
Berbagai upaya sudah dilakukan oleh korban untuk penegakan Supermasi hukum yang terlihat tak jelas oleh penyidik, baik dengan menyurati Kapolres Binjai dan bahkan sampai pada Ombusdman Republik Indonesia perwakilan Sumatra Utara di Medan sudah disampaikan, namun pihak penyidik tanpaknya masih meredam kasus perkara tersebut yang hingga kini tak jelas proses hukumnya.
Korban Rudi Antony sendiri mengakui sangat heran terhadap penanganan kasus yang dialaminya, dan hingga kini tidak mendapat penjelasan dari penyidik, apakah perkara tersebut masuk pada penanganan perkara ringan atau perkara sedang ataupun perkara berat, sedangkan penanganan penyidikan terkesan dikaburkan , terduga untuk menyelamatkan pelaku bersama CS nya dari CV.Duta Motor berkedudukan di Binjai tersebut.
Rasa kekecewaan itu disampaikan Rudi Antoni Kamis (15/11/2018) sekira Pukul 17.00.Wib usai kepulangannya dari Mapolres Binjai dan mengatakan ,”bahwa dalam perkara ini kita melaporkan Edu Raya Riahta Tarigan dalam kasus perkara tindak pidana penipuan dan penggelapan, bahkan  pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik, namun demikian penyidik juga hingga kini belum bisa menangkap tersangka tersebut,” Ungkap korban.
Dijelaskannya lagi ,” Sihar Parulian Sihombing selaku Manager Showroom CV.Duta Motor di Binjai belum lama ini ada menemui Saya yang saat itu beliau juga didampingi seseorang yang kemungkinan kuasa hukum perusahaan tersebut untuk membujuk Saya untuk berdamai.
Namun Saya dan keluarga masih menolak permintaan mereka dan berharap kasus perkara tersebut tetap berlanjut sesuai hukum yang berlaku, dan akhirnya Sihar Parulian Sihombing selaku Maneger Showroom CV. Duta Motor Binjai tersebut melalui pengacaranya akhirnya melakukan tindakan hukum melakukan gugatan secara Perdata ke Pengadilan Negeri Binjai.
Kendati mereka melakukan upaya hukum yang dinilai untuk melakukan pembelaan dalam upaya memenangkan perkara, dalam hal ini Saya tetap menuntut hak Saya sebagai Warga Negara Indonesia agar penegakan supremasi hukum tetap dijalankan dengan baik dan benar.
” Dan Saya berharap pihak penyidik Sat-Reskrim Polres Binjai yang kini dibawah kepemimpinan Kasat Reskrim AKP Wirhan Arif dalam menjalankan tugasnya dapat bekerja secara arif dan  bijaksana dan dituntut untuk Profesional dalam menjalankan tugasnya sesuai SOP yang berlaku, khususnya  dalam  menyelesaian perkara  ini,” Kata Rudi.
“Penyidik tidak perlu kita ajari, berjalanlah penyidikan sesuai SOP, sebab pelaku Edu Raya Riahta Tarigan yang membawa kabur mobil Saya itu diyakini berdasarkan perintah oleh pimpinannya dan seharusnya penyidikan juga mengarah kepada pimpinannya dan berdasarkan bukti-bukti keterangan seharusnya penyidik layak juga  menetapkan orang yang telah  memerintahkan si pelaku sebagai tersangka baru, namun mengapa ini tidak dilakukan…?”.  Ungkap Rudi lagi yang terlihat heran.

Kepada sejumlah Warawan, Korban berjanji bilamana dalam waktu dekat ini pihaknya tidak mendapatkan SP2HP dari penyidik Mapolres Binjai, maka perkara tersebut akan dilanjutkan dan melaporkan resmi kepada instansi yang berwenang hingga membuat laporan kepada Bapak Presiden RI.
Upaya ini suatu bentuk untuk mencari keadilan dalam penyelesaian perkara tindak pidana yang dinilai selama ini dipendam  alias jalan ditempat dan kuat dugaan pihak penyidik Sat-Reskrim Polres Binjai selama dalam lidik dan penyelidikan berupaya mengaburkan perkara untuk melepas para pelaku yang terlibat dari jerat hukum.
Menindaklanjuti kasus perkara tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh Oknum karyawan CV. Duta motor di Binjai yang dituding dipendam setahun lebih ditangan penyidik Mapolres Binjai, Kasat Reskrim Mapolres Binjai  AKP Wirhan Arif yang baru menjabat ketika dikonfirmasi reporter Ivory News melalui WA telepon selulernya Rabu (14/11/2018) sekira Pukul 09.08 Wib menjawab singkat dan mengatakan ,”Saya tidak bisa jelaskan disni, datang atau silahturahmi ke ruangan, nanti Saya jelaskan,”paparnya singkat.
Sementara keterangan yang diperoleh reporter Ivory News dari Korban Rudi Antony, bahwa pihaknya sudah menerima penjelasan dari Ombudsman Republik Indonesia perwakilan wilayah Sumatra Utara di Jalan Majapahit Medan perihal keberatan atas belum adanya kejelasan tindak lanjut penanganan laporan Polisi dengan Nomor : LP/660/XI/2017/SPKT-A di Mapolres Binjai kepada Inspektur Pengawasan Daerah (Ombudsman) Republik Indonesia Perwakilan Sumut.
Dan menurut keterangan Rudi Antony, bahwa keterangan yang diperolehnya dari salah seorang Staf Pegawai di jajaran Reskrim Mapolres Binjai menyebutkan kalau perkara tersebut sudah ditindak lanjuti oleh Irwasda Polda Sumut dan menyeret para penyidik dan telah memberikan keterangan atas kendala keterlambatan penyidikan tersebut.
Kendati demikian, korban Rudi Antony sangat menyayangkan bahwa perkara tersebut hingga sampai kini terkesan masih jalan ditempat ditangan penyidik Sat-Reskrim Polres Binjai yang terbukti tersangka Edu Raya Riahta Tarigan masih bebas berkeliaran menghirup udara segar yang konon masih terbebas dari jerat hukum.(Jun.Gtg).

Mungkin Anda Menyukai

Translate »