11 ASN Telah Ditetapkan TSK Belum Ditahan, Penaganan Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Peraga SD Tahun 2011 Dikota Binjai Senilai 1.2 M Dipertanyakan

Binjai,-Ivory News.co.id
Berjumlah 11 Orang aparatur sipil Negara (ANS) yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga Sekolah Dasar (SD) Kota Binjai Tahun 2011 yang melibatkan 11 Orang menjadi tersangka hingga kini pihak penyidik Kejaksaan Negri (Kejari-red) Binjai hingga kini belum dilakukan penahanan.
Bahkan dari ke sebelas orang ANS tersebut hingga kini masih dipercaya sebagai pelayan Publik untuk menjalankan tugasnya, hingga persoalan tersebut menuai pertanyakan besar yang bahkan mendapat respon dari  Mahasiswa kota Binjai.
Mahasiswa Kota Binjai yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi tersebut  Senin (05/11/2018) melakukan aksi perotes untuk mempertanyakan nasib ke 11 Oknum ANS Pemko Binjai itu yang hingga kini masih menghirup udara segar yang konon perkaranya terkesan ada dugaan permainan hukum untuk menyelamatkan para pelaku yang terlibat.
Padahal dari hasil lidik dan penyelidikan oleh penyidik Kejaksaan Negri Binjai beberapa waktu lalu telah berani menahan Dodi Asmara selaku direktur dari CV Aida Cahaya Lestari yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga SD se-Kota Binjai Tahun 2011 lalu.
Keterangan yang diperoleh Ivory News, dalam orasi Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi dalam aksi protesnya di Depan Kantor Kejaksaan Negri Binjai Jalan Tengku Amir Hamza, Kecamatan Binjai Utara disebutkan kalau kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga SD Kota Binjai Tahun 2011 lalu itu bernila pagu sebesar 1.2 Milliard rupiah.
Sementara itu data yang diperoleh kalau dari ke 11 Oknum ANS Pemko Binjai yang terlibat untuk tahap pertama ditetapkan sebagai tersangka diantaranya berinisial IG yang saat ini menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Binjai yang pernah menjabat Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan merangkap jabatan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Binjai
Kemudian mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas Pendidikan Pemko Binjai berinisial BB bersama rekanan pelaksana pengadaan barang berinisial DA selaku Direktur CV Aida Cahaya Lestari.
Sedangkan untuk tahap kedua penyidik Kejari Binjai telah menetapkan delapan orang tersangka lainya, diantaranya berinisial JN selaku Ketua Panitia Pengadaan Lelang, bersama Sekretaris inisial AB serta inisial HS selaku Anggota.
Sedangkan dari Panitia Penerima Hasil Lelang, penyidik Kejari Binjai juga telah menetapkan inisial OA dan inisial EN serta inisial R sebagai tersangka yang bersetatus sebagai Aparatur Sipil Negara di Dinas Pendidikan Kota Binjai.
Penyidik Kejari Binjai juga membidik tersangka lainya, seperti Rahmat Soleh dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil bersama Ahmad Rizal dari Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Binjai bahwa dalam pelaksanaan pengadaan alat peraga Sekolah Dasar Kota Binjai Tahun 2011 tersebut adanya tudingan korupsi secara berjemaah.
Pada saat berorasi, Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi dalam aksi protesnya menyebutkan kalau proyek pengadaan alat peraga itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2011 bermodus dengan cara menggelembungkan harga atau mark-Up satuan harga bersaman juga pengadaan barang dan jasa dalam pelaksanaan nya ada yang fiktif.
Mahasiswa Kota Binjai yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi saat berorasi dikantor Kejaksaan Negri Binjai meminta agar kasus tersebut secepatnya dilakukan pengusutan secara tuntas dan menagkap para tersangka untuk dilakukan penahanan.
Miris nya lagi, kalau dalam penaganan kasus perkara tersebut pihak penyidik Kejaksaan Negri Binjai hanya baru menahan Dodi Asmara hingga kini masih dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Binjai untuk menungggu proses penyelidikan lanjutan.
Muslim Hidayat selaku kordinator aksi menyeruhkan suaranya ,”Kami menuntut agar kasus korupsi alat peraga di Dinas Pendidikan Binjai Tahun 2011 segera dituntaskan,  yang dimna pihak kejaksaan Negeri Binjai telah menetapkan 11 orang tersangka, namun sampai saat ini pihak Penyidik Kejaksaan Negri Binjai hanya bisa menetakan tersangka Dodi Asmara untuk dimasukan penjara, Kata Hidayat usai melakukan aksi didepan Kantor Kejaksaan Negri Binjai.
Lebih jelas lagi Hidayat memaparkan ,”yang anehnya, kalau alasan pihak penyidik Kejaksaan Negri Binjai hingga kini belum melakukan penahanan kepada tersangka lainya karena alasan masih mereka (Para TSK-red) masih koperatif, dan ini tentunya  menuai pertanyakan kita bahwa penyidikan terkesan tebang pilih, Ujarnya.
Kami mendesak dan meminta kiranya Kepala Kejaksaan Negri Binjai untuk dapat segera menagkap dan menahan para tersangka lainya dalam kasus perkara dugaan korupsi pelaksanaan Proyek alat peraga ini Dinas Pendidikan Kota Binjai  Tahun 2011,  sebab bagi orang  yang sudah ditetapkan sebagai tersangka selayaknya dilakukan penahanan.
Dari ke 11 Orang yang sudah ditetapkan sebagai tersanka dalam kasus perkara tersebut seluruhnya adalah oknum ASN di jajaran Pemko Binjai, bagaimana bisa kalau mereka itu yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejaksaan namun hingga kini masih bisa memberikan pelayanan kepada Publik.
Artinya mereka masih diberi kesempatan sebagai pelayanan, kendati mereka berstatus   tersangka namun h, ngga kini masih belum dilakukan penahanan, dan ini juga menjadi pertanyaan besar bagi Kita bagaimana sebenarnya penganan kasus perkara yang ditangani oleh penyidik Kejaksaan Negri Binjai, Ungkapnya.
Pada kesempatan itu Muslim dengan tegas mengatakan ,”Kita akan melakukan aksi yang lebih besar apabila dalam waktu dekat bila pihak Kejaksaan Negri Binjai tidak juga menagkap dan menahan seluruh tersangka dalam kasus dugaan Korupsi tersebut, maka Kita dari Mahasiswa Kota Binjai yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi akan melakukan aksi kembali dengan menghadirkan massa yang lebih banyak lagi, Tegasnya.
Kepada Walikota Binjai HM Idaham, Koordinator aksi Hidayat  meminta untuk segera melakukan proses pemecatan kepada seluruh ASN yang terlibat dalam kasus korupsi, khususnya  kepada ke 11 Oknum ANS yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga Sekolah Dasar  di Dinas Pendidikan Kota Binjai yang bermoduskan Mark-Up dan Fiktif dalam upaya memperkaya pada kelompoknya. (Imanuel.S/R.Siahaan)

Mungkin Anda Menyukai

Translate »