Dipukul Rupiah Anjlok, Harga Chevrolet Belum ‘Goyang’

Jakarta,, -IvoryNews.co.id
Menyusul pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), beberapa produsen telah melakukan revisi pada harga jual produknya. Namun langkah sama tidak ditempuh General Motors (GM) Indonesia selaku pemegang merek Chevrolet di dalam negeri.

Saat ini nilai tukar satu dolar AS pada rupiah menyentuh 15.242. Berdasarkan keterangan beberapa produsen, anjloknya rupiah paling berpengaruh model impor utuh (completely built up/CBU).

Selain soal rupiah, industri otomotif juga saat ini dihadapkan pada kenyataan kenaikan harga bahan bakar kendaraan dari Pertamina. Pertamax dipatok Rp10.400 per liter atau naik dari harga sebelumnya Rp9.500 per liter. Sementara itu, harga Pertamax Turbo naik dari Rp10.700 per liter menjadi Rp12.250 per liter.

Pertamina Dex harganya juga naik dari Rp10.500 per liter menjadi Rp11.850 per liter. Dexlite naik dari Rp9 ribu per liter menjadi Rp10.500 per liter dan Biosolar Non-PSO sebesar Rp.9.800 per liter.

Walau begitu, Sales and Network Engineer GM Indonesia Donald Rahmat mengatakan tidak ada perubahan harga terhadap lini produk Chevrolet.

 “Sejauh ini kami tetap mempertahankan harga yang sama, karena memang kami juga melihat momentum di akhir tahun ini sangat baik,” kata Donald ketika menemui wartawan pada acara briefing media #SparkYourStyle di Bintaro Lot 9 Café & Restaurant, pada Jumat (12/10).

Donald menambahkan, harga mobil-mobil Chevrolet tetap sama dengan yang tercantum di pameran Gaikindo Indonesia International Motor Show (GIIAS) pada Agustus lalu.

Chevrolet External Affairs & PR Director Yuniadi Haksono Hartono GM Indonesia mengakui jika harga punya peranan penting. Namun ia juga menyoroti apa yang diterima konsumen dari harga yang dibayar.

“Harga harus kita lihat dengan nilai apa yang didapat konsumen,” ujarnya.

Kendati kesannya kuat, Yuniadi tidak bisa memastikan harga seluruh model Chevrolet saat ini akan bertahan hingga akhir tahun.

“Mudah-mudahan (bertahan). Siapa yang bisa memprediksi juga?,” ucap Yuniadi.

2 Produk di Saat Tepat 

Yuniadi mengatakan pihaknya membawa Trax dan Trailblazer ke Indonesia di saat yang tepat. Hal ini ia sebut disebabkan oleh pergeseran selera masyarakat.

“Seiring meningkatnya daya beli masyarakat, kalau dia punya MPV pasti ingin naik kelas kan? Dan kita lihat juga seleranya orang banyak yang lari ke SUV. Pada akhirnya apa yang kita lakukan ya mengikuti keinginan pasar saja,” jelas Yuniadi.

Namun Yuniadi menolak memberi kejelasan akan hadir atau tidaknya model SUV baru dari Chevrolet pada tahun depan.

“Kita lihat saja nanti,” ucapnya sembari tertawa.

Mungkin Anda Menyukai

Translate »