Terkuaknya Pungli Pengangkatan 170 Sekretaris Desa Jadi PNS Tahun 2010 di Kabupaten Langkat Perlu Dilidik.

Langkat , — Ivory News.co.id
Terkait dengan pengangkatan menjadi Sekertaris Desa (Sekdes) di jajaran Kabupaten Langkat sebanyak 170 Orang pada Tahun 2010 lalu, belakangan ini mulai terkuak adanya indikasi sarat pungutan liar dengan kutipan bernilai Rp,7.500.000,- hingga sampai Rp, 12.000.000,- , yang dilakukan oleh Arindo dimana saat itu menjabat sebagai Kabid Mutasi di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Langkat.
Data dan informasi yang diperoleh Ivory News kalau para Sekdes itu untuk melengkapi administrasi Sekretaris Desa menjadi Pegawai Negri Sipil (PNS) di bagian Pemerintahan Desa dan Kelurahan Setdakab Langkat serta pengambilan Surat Keputusan (SK) harus memberikan biaya yang sudah ditentukan dan diserahkan langsung kepada Arindo di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Langkat.
Hal tersebut diungkapkan Sumber kepada Ivory News Rabu (11/9) dan mengatakan ,”pengutipan uang dengan dalih pengurusan administrasi Sekretaris Desa untuk menjadi Pegawai Negri Sipil (PNS) di bagian Pemerintahan Desa dan Kelurahan Setdakab Langkat serta pengambilan surat keputusan (SK) dilakukan oleh Arindo,” Katanya.
Arindo yang saat itu menjabat sebagai Kabid Mutasi di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kab Langkat dengan leluasa melakukan pengutipan kepada tenaga Sekdes yang menjabat sebagai Sekretaris Desa di jajaran Kabupaten Langkat dengan nilai kutipan bervariasi.
Sedangkan Arindo juga memanfaatkan sejumlah Camat untuk melakukan pengutipan kepada Sekdes sebagai perpanjangan tangan, sehingga Oknum  Kabid Mutasi di Kantor BKD Kab Langkat dalam kesempatan melakukan pungutan liar alias pungli berhasil meraup keuntungan hingga mencapai ratusan juta rupiah, beber Sumber.
Ditambahkannya lagi ,”pengutipan liar tersebut tentunya dilakukan secara terkoordinir di lingkungan BKD Kab Langkat, sehinggga 8 tahun sudah berlangsung permasalahan ini mulai terkuak dari orang dalam instansi di Kab Langkat, Beber Sumber.
Pada dokumen surat pernyataan dari para korban pungli tenaga Sekdes yang dilengkapi dengan meterai disebutkan bahwa pembiayaan tersebut untuk melengkapi administrasi Sekertaris Desa menjadi pegawai Negri Sipil di bagian Pemerintahan Desa dan Kelurahan Setdakab Langkat serta pengambilan surat keputusan (SK) pengangkatan menjadi Pegawai Negri Sipil.
Sementara itu ketika Arindo dikonfirmasi Ivory News melalui WA ponselnya Rabu (11/9) kemarin terkait adanya tudingan kasus pungutan liar kepada Sekdes di Tahun 2010 menjawab pada Kamis (11/9) Sekira Pukul 15.45 Wib ,”Saya masih diluar Kota, hari Senin aja Kita bertatap muka,”.  Katanya Singkat.
Adanya perbuatan yang melanggar hukum dalam kesempatan memanfaatkan jabatan yang dilakukan oleh Arindo sebagai Kabid Mutasi di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Langkat dalam melakukan pungutan liar, diminta instansi terkait segera melakukan lidik dan penyelidikan dan memeriksa dalang pungli kepada para tenaga Sekdes yang kini telah diangkat menjadi PNS di lingkungan Pemkab Langkat.(Jun.Gtg).

Mungkin Anda Menyukai

Translate »