Pungli Di Jalinsum Padang Cermin Selesai-Langkat Mengganas, “Kapolres Binjai Berjanji Sikat Pelaku Pungli”.

Binjai, Ivory News.Co.Id
Para supir angkutan Truk yang melintasi jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) Binjai- Bahorok persisnya di jalan Provinsi Desa Padang Cermin, Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat… menjerit dengan aksi pungutan liar alias pungli yang belakangan ini kian mengGanas  dilakukan sekelompok orang tidak jelas alias preman dengan dalih pengutipan uang perbaikan jalan.
Sekelompok preman yang terkoordinir itu melakukan aksi pungli berkedokkan atas nama masyarakat yang belakangan ini dengan leluasa melakukan aksi kejahatan kepada para supir Truk yang melintas membawa bahan material maupun hasil bumi yang wajib menyetorkan uang sesuai permintaan para pelaku pungli tersebut.
Informasi yang diperoleh Ivory News di lapangan ketika sejumlah supir Truk dikonfirmasi Jumat 31/8/2018 membenarkan bahwa setiap supir Truk yang melintasi jalan Binjai Bahorok saat melintasi Jalan rusak di Desa Padang Cermin wajib dikutip uang oleh sejumlah preman yang berkedokan meminta sumbangan untuk biaya perbaikan jalan.
“Kami terpaksa memberikan uang sesuai dengan apa yang mereka minta (sekelompok preman-red) setiap kali kami melintasi di jalan rusak Desa Padang Cermin, Kecamatan Selesai, sebab apabila kami tidak memberikan uang pada mereka, kenderaan tidak diberikan lewat melintasi jalan tersebut, “Ujar sumber seorang Supir Truk yang namanya enggan disebutkan..
Ditambahkannya lagi ,”kami para supr Truk yang mengangkut material maupun hasil bumi dan lainnya setiap melintas dihadang oleh kelmpok pemuda dan meminta uang yang katanya untuk biaya perbaikan jalan, dan uang yang mereka minta dipatokkan jumlahnya.
Truk yang kami bawa seperti mengangkut hasil bumi getah wajib membayar  100 ribu rupiah setiap kali melintas, kalau tidak kami tidak diperbolehkan melewati jalan itu, dan ini tentunya membuat kami resah, sebab apabila kami tertahan dengan beberapa waktu saja maka resiko barang yang kami bawa akan menyusut, makanya uang yang mereka minta terpaksa kami berikan, terang nya.
Ironisnya, lanjut Sumber ,”aksi para pemungutan liar itu mereka lakukan secara terang-terangan dan bahkan melakukan tekanan dan intimidasi kepada para supir, namun pihak Kepolisian setempat selama ini diam saja, apa ini ada kerja sama dengan baik antara petugas dengan preman sehingga pekerjaan praktik pemerasan yang  melanggar hukum tersebut dibiarkan saja, Ungkap Sumber.
Menanggapi aksi pungli, pengamat hukum Horas.Sitanggang menegaskan ,”bahwa perbaikan atas kerusakan jalan tidak semestinya dibebankan kepada para Supir, sebab kerusakan jalan merupakan urusan pemerintah untuk dikerjakan oleh pihak instansi terkait yaitu pekerjaan umum, Kata nya.
Djelaskannya lagi ,”adapun alasan mereka (para pelaku pungli-red) dengan mengatas namakan masyarakat , melakukan pungutan uang kepada supir dengan dalih biaya perbaikan jalan, dan itu tidak dibenarkan dan itu namanya pungli yang melanggar hukum dan harus ditindak tegas, dan Polisi wajib menangkap para pelakunya.
” Dan bilamana masalah ini tetap berjalan terus dan dilakukan pembiaran, maka kita wajib mencurigai pihak penegak hukum setempat yang disinyalir sudah terkontaminasi dengan para pelaku pungli untuk bekerja sama alias kongko-kongko, dan Kepala Kepolisian setempat layak dicopot yang tidak berani melaksanakan penegakan supremasi hukum yang benar, “tegas Horas.
Sedangkan Kapolres Binjai AKBP Donald Simanjuntak ketika dikonfirmasi Jumat 31/8/2018 sekira Pukul 21.13 Wib melalui SMS Via Ponselnya terkait adanya praktik pungli di jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) Binjai- Bahorok persisnya di jalan Provinsi Desa Padang Cermin, Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat mengatakan ,”Nanti akan kita cek kebenarannya, dan apabila terbukti akan ditindak tegas, terima kasih Infonya, “Kata AKBP Donald.Simanjuntak.(J.G).

Mungkin Anda Menyukai

Translate »