Wapres Iran : AS mencoba membuat Iran menyerah melalui Sanksi ekonomi

Iran , — IvoryNews.co.id
Wapres  Iran Eshaq Jahangiri mengatakan Amerika Serikat mencoba membuat Iran menyerah melalui sanksi ekonomi yang kembali diterapkan.

“Prioritas utama kita semua ketika menghadapi sanksi adalah bekerja mengelola negara ini agar dampaknya terhadap warga tidak besar,” kata Jahangiri seperti dikutip kantor berita Fars News.

“Amerika Serikat mencoba berbagai cara untuk menekan masyarakat kita agar kita mundur dan menyerah.”

Amerika Serikat kembali menerapkan sanksi ekonomi minggu lalu dan Presiden Donald Trump mengatakan perusahaan-perusahaan yang berhubungan bisnis dengan Iran akan dilarang beroperasi di negaranya.
Tidak banyak perusahaan Amerika yang memiliki hubungan bisnis di Iran sehingga dampak sanksi baru ini terutama terkait dengan pengaruh Washington menghalangi perusahaan Eropa dan Asia berbisnis di sana.

Sanksi yang diterapkan minggu lalu ini meliputi pembelian mata uang dolar Amerika, perdagangan logam, batu bara, piranti lunak untuk industri dan sektor otomotif. Sanksi lebih berat, terkait ekspor minyak Iran, baru akan berlaku beberapa bulan mendatang.

Presiden Iran Hassan Rouhani sebelumnya mengeluarkan pernyataan senada dengan Jahangiri, meski tidak secara langsung menyebut Amerika Serikat.

“Kita tidak akan membiarkan musuh membuat kita bertekuk lutut,” kata Rouhani seperti dikutip televisi pemerintah Iran. “Jika musuh berpikir bisa mengalahkan kita, sampai mereka mati pun tak akan terwujud.”

Washington sebelumnya mengatakan satu-satunya cara Iran menghindari sanksi itu adalah menerima tawaran Trump untuk merundingkan kesepakatan nuklir yang lebih keras dibandingkan kesepakatan yang dicapai pada 2015.

Para pejabat Iran menolak tawaran itu dan pada Senin (13/8) Pemimpin Tertinggi Iran Ayatolla Ali Khamanei juga menutup kemungkinan melakukan perundingan.

Ekonomi Iran diwarnai dengan angka pengangguran yang tinggi dan nilai mata uang rial yang jatuh hingga 50 persen sejak April.

Penerapan sanksi bisa membuat ekonomi negara itu semakin buruk.

Rouhani menegaskan bahwa ekonomi merupakan masalah terbesar yang dihadapi Iran.

Sementara itu sebelumnya Khamanei juga menuduh pemerintah Iran salah mengelola ekonomi Iran ketika menghadapi sanksi baru AS.

Situasi ekonomi yang buruk telah membuat ribuan warga Iran turun ke jalan untuk memprotes kenaikan harga sejumlah barang makanan, kelangkaan lapangan kerja dan korupsi di kalangan pemerintah.

Mungkin Anda Menyukai

Translate »