Diduga dilindungi Oknum Polri : Sang Pencuri Kayu Jati Milik PTPN II Masih Belum Tesentuh Hukum.

Deliserdang , IvoryNews.co.id
Kasus Pencurian dan penumbangan kayu jati yang terjadi di areal HGU Kebun Tandem Rayon Tandem Hilir Desa Tandem Hilir yang dilaporkan pihak PTPN II dengan surat lapor STPL/ III/VI/2018/BINJAI, belum menampakkan titik terang untuk mengungkap siapa pelaku dalam kasus itu.
Sebagaimana Polsek Binjai dalam surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan dengan nomor K/ 01/ VII/ 2018/ Reskrim, tertanggal 27 Juli 2018 dengan keterangan bahwa Polsek Binjai telah melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi- saksi sebanyak 7 (tujuh) orang yang terdiri dari 3 (tiga) orang pelapor, Sujono, Ahmadi dan Windarseno.
Ketiga saksi mengaku tidak mengetahui siapa pelaku penumbangan, 4 (empat) orang saksi lainnya Wandi alias Panjang tukang Sinsaw, Harianto Kepala Desa Tandem Hilir, Sunardi tukang Sawmil dan Dami Roso tukang Ukir kayu.
Dari keterangan ke Empat orang saksi membantah terlibat dalam kasus rahibnya pohon jati tandam hilir, melainkan kayu jati yang mereka kelola adalah kayu jati milik Harianto yang dibelinya dari masyarakat di Desa lain, Desa Bulu Cina.
Menurut masyarakat yang mengetahui kejadian penumbangan pohon jati di TKP mengaku dilakukan wandi alias panjang sebagai pelaku yang mensinsaw pohon jati dan di lihat langsung beberapa orang masyarakat di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Bahkan dalam proses penumbangan kayu ada saksi mata yang melihat keterlibatan oknum polri Aiptu R, mengawasi dan membac-up Wandi melakukan penumbangan di lahan tersebut, namun sayangnya hingga kini Polsek Binjai tidak bijak melakukan penyidikan sehingga belum mampu mengungkap dan menentukan siapa pelaku.
Dalam kasus itu, masyarakat sangat menyayangkan proses penyidikan dan penyelidikan polsek Binjai yang belum mampu mengungkap pelaku penumbangan dan pencurian kayu jati tersebut, anehnya lagi dalam surat lapor polisi, Polsek Binjai menentukan pasal kehilangan bukan perusakan ataupun pencurian terkait raibnya kayu jati tersebut.
Padahal, masyarakat sudah tahu siapa otak pelaku dalam kasus raibnya potongan- potongan kayu jati milik PTPN II Tandem tersebut.
Tidak terima dengan hasil kinerja Aparat Polsek Binjai, Beberapa orang tokoh masyarakat Desa Tandam Hilir 1 menyatakan diri siap menjadi saksi dan memberi kesaksian yang benar dalam Perkara raibnya kayu jati yang telah viral di berbagai media, dan kesiapan masyarakat dalam memberi kesaksian dituangkan dalam surat pemberitahuan tertulis untuk disampaikan ke Polda Sumut, sebab hingga kini informasi dari masyarakat belum ditanggapi pihak Polsek Binjai.
Masyarakat Akan Adukan Oknum Babinkatibmas dan Kapolsek Binjai Ke Propam Polda Sumut
Pengaduan Sujono Danton PTPN II Tandam Hilir akan di proses ke Polda Sumut, begitu juga dengan keterlibatan serta dugaan Kapolsek Binjai Binsar Naibaho dalam hal melindungi penjahat negara terhadap dua oknum aparat desa yaitu Aiptu R dan Kepala Desa Tandem Hilir1, Harianto.
Proaktif masyarakat dalam peran sertanya membantu pemerintah khususnya intansi aparatur negara mestinya mendapat apresiasi, apalagi perkara itu bersingungan dengan Asset Negara.
Kesiapan masyarakat untuk membantu mengungkap pelaku penumbangan dan pencurian pohon jati dituang dalam surat kesediaan menjadi saksi dan bahkan akan mengungkap kebenarannya drngan bukti- bukti yang ada.
Tindakan Oknum Kades Tandam Hilir 1, Herianto, yang telah melakukan penebangan liar tanaman jati di areal milik Perkebunan PTPN II Kebun Tandem Hilir telah dilaporkan pihak PTPN II kebun Tandam Hilir ke pihak yang berwajib melalui petugas Skuriti Danton, Sujono bersama rekannya Ahmadi pada Rabu,(18/7/18).
Ini fakta- fakta dari tokoh masyarakat dan saksi mata ;
Penebangan liar pohon Jati di Jalan Sertu, Desa Tandem Hilir 1, Kecamtan Hamparan Perak, kabupaten Deli Serdang milik PTPN II Kebun Tandem Hilir di ” Lahan Tanah Pramuka ” yang masih dalam HGU, yang terjadi Minggu (15/07/18) dilakukan Swandi alias Panjang atas suruhan Kepala Desa berinisial,Harianto, dan penebangan dilakukan tanpa diketahui pihak PTPN II maupun Dinas Kehutanan, dengan dalih melakukan penebangan berdasarkan SK Gubernur Thn. 1968 dan lahan tersebut adalah warisan / Hibah dari orang tua Harianto.
Menurut keterangan dan fakta- fakta di lapangan bahwa Penebangan liar ternyata berlanjut ke hari Senin (16/07/18) dengan lokasi penebangan di Pasar 2, masih daerah DP 1 PTPN II Kebun Tandem Hilir.
Keberadaan Kayu Jati yang sudah jadi Glodongan telah pindah tempat ke tempat salah satu Warga Desa an. Sumardi agar dibelah-belah (Sawmill) di Desa Tandem Hilir 1 yang berjarak kl 500 meter dari Lokasi penebangan.
Selanjutnya, Rabu (18/07/18) Danton Security PTPN II Tandem Hilir yakni Sujoso beserta rekannya Ahmadi dari perkebunan datang ke Polsek Hamparan Perak membuat laporan ada kehilangan kayu jati milik PTPN II Kebun Tandem Hilir.
Pengakuan dari tukang tebang (operator Chainsaw) Wandi Panjang bahwasanya dia bersedia melakukan penebangan karena perintah Oknum Kepala Desa dan merasa aman karena dilokasi selain Kades juga hadir Polisi Masyarakat (Babinkabtibmas )
Hari Jumat (20/07/18) sekitar pukul 09.00 WIB, Kayu Jati yang sudah dibelah-belah dibawa dari tempat Sumardi menuju ke ” Bima Jepara Prabot ” di Desa Buluh Cina, Kecamatan Hamparan Perak, berdasarkan keterangan pemilik usaha atas permintaan Kepala Desa Tandem Hilir 1 untuk dibuat kursi.
Berdasarkan keterangan melalui telepon seluler kepada S. Hutapea pejabat Agraria PTPN II Tandem Hilir, menyatakan lahan tersebut masih dalam HGU PTPN II Tandem Hilir.
Berdasarkan itu, masyarakat siap sedia memberi kesaksian, apalagi kuat dugaan perkara penumbangan dan pencurian terkait raibnya pohon jati memiliki unsur ‘permainan’ antara oknum aparat Desa dan Polsek Binjai.(team)

Mungkin Anda Menyukai

Translate »