Ayah Meghan Markle Murka pada Istana karena Dilarang Bicara dengan anaknya.

Inggris , — IvoryNews.co.id
Ayah Meghan Markle, Thomas, ternyata masih belum menyerah untuk mendapatkan perhatian dari putri dan keluarga besannya, Kerajaan Inggris. Setelah mengaku tidak akan berhenti untuk tetap berkomentar, kini ia menyebut sakit hati tak dihiraukan sang putri dan besannya. Rasa sedih ini ia curahkan kala diwawancara oleh Daily Mail edisi Minggu (29/7).

“Saya amat terluka bahwa ia sepenuhnya membuang saya,” kata Thomas Markle.

“Saya memiliki sebuah nomor telepon dan nomor teks dirinya di Istana, namun setelah saya mengatakan sejumlah kritikan bahwa keluarga Kerajaaan telah mengubah Meghan, mereka mematikannya,” lanjut Thomas.
Thomas mengatakan nomor telepon yang biasa ia gunakan untuk berkomunikasi dengan Meghan kini berstatus “tak dapat dihubungi” dan “tidak lagi aktif”.

Thomas juga menyebut ia berniat mengirim sebuah paket untuk putrinya yang berulang tahun pada 4 Agustus mendatang. Namun dengan kejadian ini, ia ragu hadiahnya akan sampai.

“Saya berniat mengirim itu dengan Priority Mail Express, namun Istana mungkin bakal merendamnya di air selama tiga hari untuk memastikan tidak meledak,” kata Thomas.

Thomas bak tertimpa hukuman dari Kerajaan Inggris. Bila pengakuannya benar, pemutusan komunikasi antara dirinya dengan Meghan adalah ‘hadiah’ setelah Thomas terus berkicau kepada media.

Sebelumnya Thomas menyebut ia tidak akan berhenti berkomentar tentang putrinya di depan media hingga pihak Kerajaan Inggris berbicara kepadanya.

Bahkan ia menyebut Meghan tak bahagia tinggal bersama suaminya, Pangeran Harry di Istana Kensington. Thomas menyebut ia melihat itu dalam sorotan mata Meghan.

Kepedihan yang dilanda Thomas bermula sejak skandal dirinya ‘merancang’ foto dengan paparazi jelang pernikahan Meghan terbongkar. Ia pun kena serangan jantung setelahnya dan tak hadir di pernikahan putrinya itu.

Thomas hanya khawatir ia tak sempat bertemu dengan putrinya itu di masa senjanya kini yang menginjak usia 74 tahun sejak 1 Juli lalu.

“Pria dalam keluarga saya jarang hidup hingga lewat dari 80 tahun, jadi saya terkejut bila terus hidup sepuluh tahun lagi. Saya bisa saja meninggal besok,” kata Thomas.

“Tidak akan seburuk itu. Saya menganut filosofi Budha soal kematian. Mungkin akan lebih mudah bagi Meghan bila saya mati,” lanjutnya.

“Semua orang akan bersimpati untuknya. Namun saya harap kami bisa berdamai. Saya tak mau meninggal tanpa berbicara dengan Meghan lagi,” kata Thomas.

Dalam wawancara tersebut, Thomas juga mengungkapkan ketakutannya suatu saat nanti tak bisa melihat cucunya dari Meghan dan Pangeran Harry.

Thomas pun mengungkapkan salah satu alasan ia terus berbicara kepada media adalah kesabarannya telah habis untuk mematuhi perintah Istana.

“Yang membuat saya marah adalah rasa superior Meghan. Dia tidak akan jadi apa pun tanpa saya. Saya yang membuatnya menjadi Duchess seperti hari ini. Semuanya tentang Meghan, saya yang membuatnya.” kata Thomas Markle, dikutip dari E!…(cnn)

Mungkin Anda Menyukai

Translate »