Ratusan Orang Tua Calon Murid Keberatan karena diwajibkan harus beli Seragam, Tas dan Sepatu Dari Sekolah.

Medan-Deli , — IvoryNews.co.id
Ratusan orang tua calon siswa/siswi SD inpres 064011 di jalan Mangaan 3 Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli merasa keberatan karena pihak sekolah mewajibkan kepada 200 orang siswa harus membeli seragam tas, sepatu dari sekolah, yang menurut salah seorang murid yang kualitas barang yang dijual sangat jelek dengan harga  500 ribu rupiah untuk tiap satu orang murid…(11/07/18)
Setelah mendapat informasi, tim dari media online menjumpai pihak sekolah dengan tujuan untuk konfirmasi tentang kebenaran informasi tersebut, awak media ini bertanya dan mohon ijin ketemu dengan pihak Kepala Sekolah  dan dipersilahkan untuk masuk kedalam ruangan Kepala Sekolah guna konfirmasi atas informasi yang diperoleh dari wali murid terkait seragam di sekolah ini.
Saat konfirmasi langsung pada Rabu pagi (11/7/2018) oleh Kepala Sekolah,Drs. Sudarno memang mengakui bahwasanya ada menganjurkan kepada pihak wali murid tapi berdasarkan kesepakatan yang sudah disampaikan  dengan harga Rp.500.000 ,-
” Ada beberapa macam seperti baju putih, batik Pramuka, baju olahraga dan celana,  sepatu , tas sekolah,  dasi, topi dan aktribut,  saya membatu untuk meringankan beban wali murid “.kata Kepala sekolah yang didampingi 4 orang guru laki-laki.
Sementara itu saat ditanyakan kepada Kepala Sekolah,  malah menanyakan kembali kepada wartawan dari mana sumber informasi diperoleh dan bahkan mempertanyakan identitas wartawan yang melakukan konfirmasi.
” Dari mana rupanya bapak tahu.dan siapa wali murid disini yang telah keberatan ?… kasih tahu pak biar kami tahu “..katanya
Dengan dibantu 4 orang guru laki-laki juga sempat menanyakan ” dari mana Bapak?….  kalau memang wartawan kenapa Bapak tidak mengenakan kartu indentitas Bapak…?.
Pertanyaan yang diajukan sebagai seorang  pengajar itu yang ditujukan kepada wartawan padahal sudah memperkenalkan diri dan sebelumnya sudah menunjukkan kartu identitas wartawan, sepertinya pihak guru ingin  menghambat kerja profesi wartawan karena salah seorang guru bahkan mengaku mengenal  Ketua PWI sebagai teman dekat.(Han)

Mungkin Anda Menyukai

Translate »