Korban Banjir di Jepang lebih dari 100 Jiwa, puluhan orang masih dinyatakan hilang

Jepang , — IvoryNews.co.id
Para petugas penyelamat di barat Jepang mulai menggali lumpur dan reruntuhan, Senin (9/7), bergegas mencari para korban selamat setelah hujan lebat membawa banjir dan longsor yang menewaskan lebih dari 100 orang. Puluhan orang masih dinyatakan hilang.

Hujan mulai reda di seluruh penjuru kawasan yang diguyur pekan lalu, menunjukkan langit cerah dan matahari menyengat yang diperkirakan bakal meningkatkan suhu udara hingga melampaui 30 derajat celsius, memicu kekhawatiran akan serangan panas di daerah-daerah yang tak punya akses listrik atau air.

“Kami tak bisa mandi, toilet tak bisa bekerja dan persediaan makanan kami mulai habis,” kata Yumeko Matsui, warga Mihara yang tak bisa mendapatkan air bersih sejak Sabtu, dikutip Reuters.

“Air botolan dan teh botolan semua hilang dari mini market dan toko-toko lain,” kata pekerja di sekolah keperawatan itu di salah satu tempat pasokan air darurat.


Hampir 13 ribu orang tak mendapatkan listrik, kata perusahaan listri pada Senin, sementara ratusan ribu lainnya tak punya akses air bersih.

Jumlah korban kini setidaknya mencapai angka 109 jiwa, setelah banjir memaksa jutaan orang mengungsi dari rumah, kata televisi NHK dikutip Reuters. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak 117 orang tewas dalam hujan deras 1983.

Meski hujan berkelanjutan telah berakhir, para pejabat memperingatkan bahaya guyuran dan badai mendadak, selain longsor susulan di tebing terjal yang menyerap banyak air sepanjang akhir pekan.

Operasi industri juga terdampak, termasuk sejumlah perusahaan otomotif seperti Mazda, Daihatsu dan perusahaan elektronik seperti Panasonic.

Peristiwa ini tidak berdampak pada kilang minyak, tapi jalan yang terputus membuat bahan bakar diesel di kota tersebut terancam langka

Jepang selalu memantau kondisi cuaca dan menerbitkan peringatan dini, tapi populasi padat membuat setiap lahan yang tersedia di pegunungan diisi oleh bangunan. Situasi ini membuat banyak wilayah rentan akan bencana.

Mungkin Anda Menyukai

Translate »