Angkatan Laut AS Ajukan draf Dana Rp3,2 T untuk Tampung 25.000 Imigran

Amerika Serikat , — IvoryNews.co.id
Angkatan Laut Amerika Serikat mengajukan draf rencana untuk menampung sedikitnya 25.000 imigran di sejumlah markas dan fasilitas lain dengan kisaran dana US$233 juta atau setara Rp3,2 triliun.

Angkatan Laut berencana menampung puluhan ribu imigran tersebut di sejumlah markasnya, termasuk di lapangan terbang Alabama.

Sumber pejabat AS mengatakan fasilitas penampungan mencakup tenda-tenda “sementara serta sederhana” yang diperkirakan selesai dibangun dalam enam bulan hingga satu tahun ke depan.

Selain Alabama, Angkatan Laut AS juga mengajukan markasnya di California yang berkapasitas 47 ribu orang untuk menampung para imigran.

Meski begitu, Angkatan Laut disebut belum mendapat instruksi resmi untuk menyediakan akomodasi tersebut. Dikutip Reuters, seorang pejabat yang tak ingin disebutkan identitasnya memaparkan bahwa langkah ini baru sebatas perencanaan.

Merespons hal ini, juru bicara Kementerian Pertahanan, Kolonel Robert Manning, mengatakan Pentagon tengah “melakukan perencanaan yang bijaksana” dan mencari instalasi nasional seandainya diminta bantuan untuk menampung imigran gelap.

emerintah AS dilaporkan memang tengah mempertimbangkan penggunaan basis militer untuk menampung imigran, terutama anak-anak tanpa orang tua yang menyebrangi perbatasan Meksiko menuju Amerika.

Militer AS sebelumnya juga mengatakan telah diminta Kementerian Kesehatan untuk bersiap menampung sedikitnya 20.000 imigran anak. Pentagon disebut mempertimbangkan tiga pangkalan militer di Texas dan akan meninjau beberapa basis lain di Arkansas.

Permintaan ini dilayangkan setelah Presiden Donald Trump menandatangani surat perintah untuk mengakhiri aturan pemisahan keluarga imigran yang dikecam oleh banyak pihak.

Di bawah kebijakan tersebut, pihak berwenang dapat mendakwa imigran yang tertangkap menyeberangi perbatasan Meksiko secara ilegal. Sementara orang dewasa di penjara, anak-anak mereka dikirim ke tempat penampungan pemerintah.

Namun, setelah aturan itu dihentikan, timbul masalah baru karena sudah ada 2.342 anak yang sudah dipisahkan dari orang tuanya selama 5 Mei sampai 9 Juni lalu…(cnn)

Mungkin Anda Menyukai

Translate »