Ini 10 Pemain Terbaik Piala Dunia Sepanjang Masa…

MOSKOW,  – IvoryNews.co.id
Piala Dunia merupakan hajatan sepak bola bertabur bintang. Di ajang sepak bola empat tahunan ini menjadi momentum bagi para pemain mengukuhkan diri sebagai terbaik dunia.
Pada Piala 2018 di Rusia nanti, banyak pemain dengan kualitas kelas wahid yang diprediksi bakal unjuk gigi. Setelah Pele pada tahun 70-an, muncul pemain fenomenal seperti Maradona yang juga mengguncang jagad sepak bola dunia pada tahun 80-an. Lalu ada Zinedine Zidane yang mengharumkan nama negaranya  pada tahun 1998.
Pada Piala Dunia 2018 Rusia nanti, sebut saja seperti Lionel Messi yang ingin membawa Argentina jadi jawara mengikuti jejak Diego Maradona pada 1986 bakal menjadi pemain terbaik selanjutnya.

Ada juga Neymar yang diharapkan jadi inspirasi Brasil jadi kampiun layaknya Pele di 1958, 1962 dan 1970. Begitu pula Harry Kane yang bakal memimpin Inggris mengangkat piala seperti halnya Bobby Moore pada 1966.

Setiap tim berhak jadi juara. Tapi untuk mewujudkannya, mereka membutuhkan seorang pahlawan. Berikut 10 pemain terbaik yang pernah menjadi pahlawan timnya di Piala Dunia dikutip Daily Mail.

10. Gerd Mueller (Jerman Barat)
Piala Dunia: 1970 dan 1974
Juara: 1974
Penampilan: 13
Gol: 14

Mueller merupakan bomber tangguh Jerman Barat dengan rata-rata gol fantastis. Dia hanya butuh 62 pertandingan bersama negaranya untuk mencetak 68 gol. Sebanyak 14 torehan di antaranya dibukukan di putaran final Piala Dunia.

Pada 1970, dia berhasil membukukan 10 gol dan meraih penghargaan sepatu emas. Sayang pada edisi itu, Mueller dkk harus tersingkir di semifinal akibat ulah Italia. Tapi kegagalan tersebut bisa dibayar pemain yang dijuluki Der Bomber itu empat tahun kemudian.

Berstatus tuan rumah, dia hanya bisa cetak empat gol untuk Jerman Barat. Tapi satu gol di antaranya diciptakan pada partai final dan membawa Jerman Barat menang 2-1 atas Belanda yang diperkuat sang legendaris Johan Cruyff.

9. Bobby Moore (Inggris)
Piala Dunia: 1962, 1966, 1970
Juara: 1966
Penampilan: 14
Gol: 0

Karisma kapten Inggris satu ini memang tak bisa diremehkan. Namun pesona Moore yang paling mentereng saat mengantarkan The Three Lions juara Piala Dunia 1966 di rumah sendiri. Kala itu, bersama Charlton bersaudara (Jack dan Bobby) mengangkat piala usai menang 4-2 atas Jerman Barat di Wembley.

Legendaris West Ham itu digambarkan oleh eks bek tangguh Jerman Franz Beckenbauer sebagai defender terbaik yang pernah ada. Bermain pada 1962 di Cile, dia hanya bisa membawa negaranya ke perempat final sebelum disingkirkan Brasil. Begitu pula pada 1970, ketika mereka dikalahkan Jerman Barat.

Namun pada Piala Dunia terakhirnya itu, dia melakukan tekel-tekel brilian kepada pemain Brasil salah satunya Jairzinho. Para pakar sepak bola mengungkapkan tekel tersebut merupakan yang terhebat dan pertama sepanjang sejarah. Sayang saat itu Inggris kalah 0-1 dari Brasil.

8. Garrincha (Brasil)
Piala Dunia: 1958, 1962, dan 1966
Juara: 1958 dan 1962
Penampilan: 12
Gol: 5

Walau semasa kecil dihantui penyakit polio, Garrincha tumbuh sebagai gelandang kidal agresif dengan kemampuan dribel yang mumpuni. Bersama Pele yang saat itu baru berusia 17 tahun, Garrincha membawa Tim Samba meraih trofi pertama ke Rio de Janeiro pada Piala Dunia 1958 Swedia.

Kemudian edisi 1962, performanya meningkat dan berhasil mencetak dua gol ke gawang Inggris di perempat final dan dua kali menggetarkan gawang tuan rumah Cile di semifinal. Di akhir turnamen, dia berhasil membawa Brasil juara dua edisi beruntun dan dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak bersama rekan setimnya Vava.

Sinarnya meredup pada periode 1966, Garrincha tak dapat unjuk gigi dan hanya bisa mencetak satu gol saat melawan Bulgaria di penyisihan grup. Sayang di akhir kariernya, Garrincha mengidap ketergantungan alkohol dan wafat akibat penyakit sirosis hati.

7. Xavi Hernandez (Spanyol)
Piala Dunia: 2002, 2006, 2010, dan 2014
Juara: 2010
Penampilan: 15
Gol: 0

Pada 2002 dan 2006 Xavi belum bisa berbuat banyak untuk La Furia Roja. Namun Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan menjadi panggungnya bersama Spanyol. Disaat kebisingan Vuvuzela memenuhi seluruh arena stadion, dia tetap tampil apik dan membawa La Furia Roja juara dunia untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.

Lewat gol semata wayang Andres Iniesta, Xavi dkk menang 1-0 atas Belanda di partai final. Itu benar-benar tahun tak terlupakan El Maestro. Sebab di tahun yang sama, dia sukses memenangkan treble bersama klubnya Barcelona. Pemain didikan La Masia itu juga masuk nominasi ballon d’OR bersama rekan setimnya Iniesta dan Lionel Messi.

Sayang pada 2014, Xavi gagal membawa Spanyol juara dua edisi beruntun. La Furia Roja tersingkir prematur di fase grup. Berada di Grup B bersama Belanda, Cile dan Australia, tim besutan Vicente del Bosque kala itu hanya finis di posisi ketiga berbekal satu kemenangan dan dua kekalahan.

6. Zinedine Zidane (Prancis)
Piala Dunia: 1998, 2002, 2006
Juara: 1998
Penampilan: 12
Gol: 5

Zidane merupakan sosok penting di balik kesuksesan Real Madrid juara Liga Champions tiga musim beruntun. Eks gelandang serang Juventus itu juga memiliki kenangan indah di Piala Dunia terutama edisi 1998 di rumah sendiri. Kala itu, dia berhasil mencetak dua gol di final melawan Brasil dan membawa Les Bleus menang 3-0.

Empat tahun kemudian, Zidane gagal membawa Prancis bersinar di Piala Dunia 2002 Korea dan Jepang. Mereka tersingkir di fase grup tanpa bisa meraih poin. Namun empat tahun kemudian, Prancis kembali menemukan kelasnya. Zidane merupakan aktor penting yang membawa Prancis ke final Piala Dunia 2006 Jerman.

Melawan Italia, pria yang akrab disapa Zizou itu mencetak gol dari titik putih pada menit ke-7 sebelum bisa disamakan Marco Materazzi 12 menit kemudian. Skor imbang memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu. Sayang pada menit ke-110 dia harus keluar lapangan setelah dengan sengaja menanduk Materazzi. Prancis akhirnya kalah di babak tos-tosan dengan skor 3-5.

5. Lothar Matthaeus (Jerman Barat, Jerman)
Piala Dunia: 1982, 1986, 1990, 1994, 1998
Juara: 1990
Penampilan: 25
Gol: 6

Tidak ada pemain dari belahan dunia mana pun yang bsia bermain di lima Piala Dunia berbeda kecuali Lothar Matthaeus. Gelandang yang membukukan 150 penampilan bersama Jerman dan Jerman Barat itu diplot menjaga bintang Argentina Diego Maradona di final Piala Dunia 1990.

Tak  menyiakan kesempatan yang diberikan pelatih Beckenbauer saat itu, dia sukses menjalankan tugasnya, Matthaeus akhirnya membawa Jerman Barat menang 1-0 atas La Albiceleste pada partai puncak yang digelar di Roma.

4. Franz Beckenbauer (Jerman Barat)
Piala Dunia: 1966, 1970 dan 1974
Juara: 1974
Penampilan: 18
Gol: 5



Beckenbauer memulai karier sebagai seorang gelandang yang kemudian dialihfungsikan menjadi bek. Namun, di posisi tersebut Beckenbauer justru menemukan kualitasnya yang unik. Saking tangguhnya, dia dijuluki Der Kaiser atau sang kaisar. Kerja samanya dengan Gerd Mueller mengantarkan Jerman Barat angkat trofi di Piala Dunia 1974.

Dia merupakan pemain kedua yang bisa memenangkan trofi Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih setelah Mario Zagallo (Brasil). Beckenbauer pernah membawa Jerman Barat memenagkan trofi Jules Rimet (nama trofi Piala Dunia 1930-1954) sebagai pelatih pada edisi Piala Dunia 1990 di Italia.

3. Ronaldo (Brasil)
Piala Dunia: 1994, 1998, 2002, 2006
Juara: 2002
Penampilan: 19
Gol: 15

Torehan gol pemain yang satu ini memang sudah dikalahkan legendaris Jerman Miroslav Klose (16) sebagai top skor Piala Dunia. Namun statistik tersebut tak membuat pesonanya pudar.

Dia berhasil memenangkan ballon d’Or pada 1998. Tapi pada Piala Dunia di tahun tersebut, dia gagal membawa Brasil juara setelah dikalahkan Prancis 0-3 di final. Kegagalan itu ditebusnya empat tahun kemudian. Dengan penampilan rambut yang unik, dia mencetak delapan gol dan dinobatkan sebagai top skor sekaligus memimpin Tim Samba merengkuh trofi kelima.

Di periode 2006, Ronaldo masih dipercaya sebagai motor serangan Brasil. Kala itu di usia yang menginjak 30 tahun, posturnya mulai gempal sehingga gerakannya mulai melamban. Tapi dia tetap bisa mencetak tiga gol. Sayang Tim Samba harus tersingkir di perempat final usai dikalahkan Prancis 0-1.

2. Diego Maradona (Argentina)
Piala Dunia: 1982, 1986, 1990, 1994
Juara: 1986
Penampilan: 21
Gol: 8

Pada perempat final Piala Dunia 1986 Meksiko, Maradona mnemperkenalkan reputasinya sebagai pemain terbaik di dunia. Dia membukukan seluruh gol Argentina dalam kemenangan 2-1 atas Inggris. Namun spesialnya, dua gol tersebut dilesakkan dengan cara yang spektakuler.

Gol pertama dibukukan melalui sundulan yang dibantu tangan. Hingga saat ini seluruh pecinta sepak bola dunia sepakat menjuluki karyanya sebagai Gol Tangan Tuhan. Sementara gol kedua dilesakannya setelah menggiring bola dari tengah lapangan dan melewati empat pemain Inggris termasuk kiper Peter Shilton.

Surat kabar Prancis Le’Equipe menyebut Maradona sebagai pria setengah setan, setengah malaikat. Dia berhasil mengantarkan Argentina juara di akhir kompetisi setelah mengalahkan Jerman Barat 3-2 di partai final. Kala itu pemain berpostur mungil itu berhasil mencetak lima gol dan assist.

1. Pele (Brasil)
Piala Dunia: 1958, 1962, 1966 dan 1970
Juara: 1958, 1962, 1970
Penampilan: 14
Gol: 12

Ketika tiba di Piala Dunia 1958, Pele masih berusia 17 tahun. Namun, remaja itu bisa mengguncang dunia setelah mencetak satu gol ke gawang Wales di perempat final, hattrick ke gawang Prancis di semifinal, dan dua gol di final lawan tuan rumah Swedia. Tim Samba akhirnya menang 5-2 dan membawa pulang trofi Jules Rimet perdana ke Rio de Janeiro.

Dia mengklaim Piala Dunia keduanya empat tahun kemudian. Sayang dia mendapat cedera di penyisihan grup kedua melawan Cekoslovakia dan harus absen hingga ujung kompetisi meski Brasil tetap juara di akhir kejuaraan. Pele kembali berbicara banyak di Piala Dunia 1970. Dia berhasil mencetak satu gol dalam kemenangan 4-1 atas Italia di final.

Total, Pele sudah mengemas 77 gol dari 92 penampilannya bersama Brasil. Prestasi terbaiknya yakni mengantarkan negaranya juara Piala Dunia tiga kali. Sampai saat ini, sejarah mencatat hanya Pele yang bisa melakukannya…(IN)

Mungkin Anda Menyukai

Translate »