Arab Saudi Terbitkan Surat Izin Mengemudi untuk Perempuan awal pekan ini

Arab Saudi , — IvoryNews.co.id
Untuk pertama kalinya, Arab Saudi menerbitkan surat izin mengemudi (SIM) bagi perempuan pada awal pekan ini.

Langkah tersebut dilakukan berselang beberapa minggu setelah Raja Salman mencabut aturan larangan mengemudi bagi wanita yang telah berlaku selama beberapa dekade terakhir.

“Sebanyak 10 perempuan Saudi mencetak sejarah awal pekan ini ketika mereka menerima Surat Izin Mengemudi. Diperkirakan akan ada 2.000 perempuan lainnya yang akan mendapat SIM dalam waktu dekat,” demikian pernyataan Kementerian Informasi Saudi, Selasa (5/6).

Kantor berita SPA melaporkan para wanita itu menerima SIM setelah melakukan sejumlah “tes praktik”, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

“Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan bahwa saya bisa menyetir kendaraan di Saudi,” tutur Rema Jawdat, salah satu wanita pertama yang menerima SIM, dikutip oleh CIC.

Jawdat adalah pegawai di Kementerian Keuangan dan Perencanaan Arab Saudi. Selama ini, dia hanya bisa menyetir jika sedang berpelesir ke luar negeri, seperti Libanon dan Swiss.

“Mengemudi buat saya berarti pilihan yang menggambarkan kebebasan. Dan sekarang kami memiliki pilihan itu,” ucapnya.

Sebagai negara yang menganut hukum Islam, Saudi telah lama menerima kritikan global karena mengatur dan membatasi hak dasar perempuan. Kebijakan Saudi tersebut dianggap sebagai bentuk penindasan terhadap perempuan.

Namun, sejak Pangeran Mohammed bin Salman diangkat sebagai Putra mahkota Saudi pada pertengahan 2017, negara di Timur Tengah itu terus berbenah untuk menjadi lebih moderat.

Pangeran Mohammed juga menggagas sejumlah reformasi politik hingga sosial-budaya. Selain mencabut larangan mengemudi bagi perempuan, Saudi juga mulai membuka sejumlah tempat-tempat hiburan, seperti bioskop, yang selama ini dilarang.

Riyadh juga mulai mengizinkan perempuan menonton langsung pertandingan olahraga di stadion. Perempuan Saudi juga sudah bisa menghadiri konferensi serta konser-konser yang berbaur dengan kaum laki-laki.

Meski begitu, kritik masih menghujani Saudi karena di saat bersamaan, negara petro dolar itu masih menahan belasan aktivis pemerhati hak perempuan.

Walau telah membebaskan delapan orang, masih ada sembilan aktivis, termasuk empat perempuan, yang ditahan Arab Saudi. Para aktivis itu ditangkap atas dugaan berkomunikasi dengan sejumlah organisasi penentang kerajaan.

“Kami menyambut pihak berwenang Saudi akhirnya mengeluarkan SIM bagi wanita, tetapi para perempuan yang telah berkampanye selama bertahun-tahun ini sekarang berada di balik jeruji besi, bukan di belakang kemudi,” kata Direktur Amnesty International Timur Tengah, Samah Hadid.

“Pemerintah Arab Saudi harus membebaskan para aktivis itu,” kata Hadid, dikutip AFP.

Mungkin Anda Menyukai

Translate »