Tradisi Sion Kids dan Konvoi Bendera Israel oleh Warga Papua

Jakarta,—IvoryNews.co.id
Tak berselang lama setelah Amerika Serikatmeresmikan kantor Keduataan Besarnya di Yerussalem, sebagai bentuk mendukung Ibu Kota baru Israel, netizen dihebohkan dengan beredarnya rekaman video warga Papua yang mengibarkan bendera negara zionis tersebut.
Setidaknya ada dua video yang beredar terkait aksi pengibaran bendera Israel yang diduga dilakukan dalam acara Kebaktian Budaya Bangsa ke-12 di Gedung Olahraga (GOR) Waringin Kotaraja Jayapura.

Video yang tersebar pertama, berdurasi 1.41 menit memperlihatkan sejumlah warga Papua dengan berpakaian rapi mengelu-elukan nama Israel yang diduga juga dicampur dengan bahasa Papua dengan diiringi musik khas Indonesia timur bertempo cepat.

Mereka yang didominasi orang dewasa itu juga mengelilingi GOR sambil berjoget, ada yang berpasang-pasangan, sembari mengibarkan bendera Israel dalam ukuran sedang dan besar.
Sementara video kedua, berdurasi 45 detik, pengibaran bendera Israel dilakukan secara beriring-iringan menggunakan mobil truk bak terbuka, mobil jenis minibus, hingga bis berkapasitas penumpang 43 kursi.

Dalam video tersebut juga terdengar seorang pria sedang bernarasi bahwa hanya di Papua orang dengan bebas bisa mengibarkan bendera Israel dengan konvoi disaat semua pihak mengancam aksi kebrutalan negara yang sudah membunuh banyak warga Palestina.
Kecaman terhadap video singkat yang sudah dibenarkan oleh Kapolda PapuaInspektur Jenderal Boy Rafli Amar itu pun datang dari berbagai kalangan. Beberapa di antara mereka mengkritik sikap diamnya pemerintah dan aparat hukum karena membiarkan konvoi yang disebut sudah menjadi budaya itu.

Kritik soal ketidakadilan hukum di Indonesia pun mengemuka. Beberapa netizen menuding jika pemerintah dan aparat akan bereaksi keras jika konvoi yang digelar menggunakan bendera bertulis kalimat Tauhid dan menuding telah mengancam negara pancasila. Dalam poin itu, netizen mempertanyakan diamnya kelompok yang selama ini mengklaim berada di garis depan membela NKRI.

Kecaman juga datang dari Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Dia mengkritik warga Papua yang membela negara Israel yang jelas-jelas menurutnya adalah negara teroris.

“Polisi kita sedang jadi target teroris, mestinya laku kibarkn bendera teroris israel harusnya tak dibiarkan,” kicau politikus PKS itu lewat akun @hnurwahid, Kamis (17/5).

Kapolda Papua Boy Rafli mengatakan konvoi ini dilakukan oleh komunitas Sion Kids. Menurutnya, mereka menggelar acara peringatan budaya yang sudah menjadi tradisi.

“Pengibaran bendera Israel di Jayapura peringatan dari komunitas Sion Kids, ini komunitas masyarakat. Itu sudah seperti tradisi dan merupakan budaya,” ujar Boy saat dihubungiCNNIndonesia.com, Kamis (17/5).

Boy mengatakan acara peringatan ini tidak memiliki kepentingan politik apapun. Boy menyebut komunitas ini mengagungkan budaya Israel yang berasal dari keturunan Adam. Boy mengatakan kegiatan mereka tidak mencerminkan dukungan terhadap Israel sebagai sebuah negara.

“Mereka dulu ada sejarah dengan pendeta Israel yang dulu pernah berdakwah datang ke Indonesia. Itu sekarang sudah jadi tradisi dan budaya. Itu saja tidak ada kepentingan lain,” kata Boy.

Boy Rafli sebut aksi pengibaran bendera Israel di Papua sudah jadi tradisi. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Boy berharap masyarakat tidak berpersepsi bahwa acara budaya ini sebagai bentuk dukungan terhadap negara Israel.

“Jauh sekali dengan bentuk dukungan terhadap Israel. Tidak ada maksud dukungan untuk Israel. Intinya ini hanya acara peringatan,” ujar Boy.

Aksi Sion Kids di Papua itu juga pernah menyebar melalui akun Youtube Pillar of Fire pada 21 Mei 2016 lalu. Dalam video berdurasi hampir 10 menit itu, perserta yang juga banyak diikuti anak muda Papua itu melakukan konvoi dan membentangkan spanduk memperingati satu dasawarsa Sion Kis Centrer di dalam mempertingati visi misinya bagi Israel.

Selain itu, dalam spanduk juga tertulis ‘Baik di Mata Tuhan, Untuk Memberkati Israel’. Di tengah-tengah konvoi dengan bendera Israel itu, beberapa warga tampak menari dengan menggunakan pakaian adat Papua.

Dari berbagai informasi yang dihimpun dari media lokal, Sion Kids Center merupakan gerakan untuk mengembalikan kembali Al-Kitab ke akar-akar Yahudi. Menurut klaim mereka, jika Alkitab dibaca dengan teliti maka Tuhan hanya membedakan dua golongan yakni Yahudi dan non Yahudi. Dengan demikian iman kepada Tuhan Yesus tidak bisa terlepas dari perjanjian Tuhan kepada bangsa Yahudi Israel dengan Abraham, Ishaq dan Yakub.
Kebaktian budaya bangsa ke-12 di GOR dan lapangan Trikora beberapa waktu lalu itu disebut sebagai puncak HUT ke-70 tahun kemederkaan bangsa Israel. Dalam acara tersebut, Papua disebut harus bangkit untuk memberkati Israel. Dengan begitu, Papua akan diberkati juga oleh Israel yang menurut mereka merupakan bangsa yang diberkati Tuhan.

Dalam perayaan yang diklaim dihadiri oleh 4.700 orang itu, mereka mengapresiasi Komando Daerah Militer XVIII/Cenderawasih, Kapolda Papua dan tim gabungan TNI-Polri yang sudah mengawal jalannya kebaktian.(cnn)

Mungkin Anda Menyukai

Translate »