Daftar Merek Motor Tahan Harga Meski Diguncang Dolar AS

Jakarta,—IvoryNews
Rupiah terdepresiasi hingga hampir menyentuh Rp14 ribu per dolar Amerika Serikat belum berdampak pada harga jual motor baru dalam negeri.

Produsen roda dua bersikap optimistis rupiah akan kembali menguat dan tak harus menaikkan harga jual kendaraannya. Astra Honda Motor (AHM) salah satunya.

AHM diketahui cukup banyak merakit motor-motornya di Tanah Air, sementara untuk motor premium masih didatangkan dari Jepang dalam bentuk completely build up (CBU).

“Kami masih mempelajari dan mengamati kondisi ini dan dampaknya,” kata Direktur Marketing AHM Thomas Wijaya kepada CNNIndonesia.com di Jakarta, Jumat (27/4) sore.

Dijelaskan Thomas, AHM tidak bersikap reaktif dengan langsung menaikkan harga jual produknya saat menanggapi kondisi melemahnya rupiah beberapa hari terakhir. Satu sisi AHM tidak ingin mengambil kesempatan yang akhirnya merugikan konsumen.

“Kami ingin masyarakat konsumen tetap dapat terjangkau memiliki dan menggunakan sepeda motor Honda,” tegas Thomas.

“Kami masih mempelajari dan mengamati kondisi ini dan dampaknya,” kata Direktur Marketing AHM Thomas Wijaya kepada CNNIndonesia.com di Jakarta, Jumat (27/4) sore.

Dijelaskan Thomas, AHM tidak bersikap reaktif dengan langsung menaikkan harga jual produknya saat menanggapi kondisi melemahnya rupiah beberapa hari terakhir. Satu sisi AHM tidak ingin mengambil kesempatan yang akhirnya merugikan konsumen.

“Kami ingin masyarakat konsumen tetap dapat terjangkau memiliki dan menggunakan sepeda motor Honda,” tegas Thomas.

Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) juga menyoroti melemahnya nilai tukar rupiah yang berada di posisi Rp13.700.

Manajer Hubungan Masyarakat YIMM Antonius Widiantoro menegaskan belum ada pengaruh penguatan dolar AS terhadap harga jual sepeda motor Yamaha di Indonesia. Karena itu YIMM belum akan menaikkan harga jual motor-motornya sampai beberapa waktu ke depan.

“Kami masih terus memonitor nilai tukar rupiah. Tapi untuk saat harga masih tetap sama,” tegas Antonius.

Mengutip Antaranews.com, Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta masyarakat untuk tetap tenang menghadapi pergerakan kebijakan Amerika Serikat yang berdampak pada penguatan mata uang dolar AS. (mik)

Mungkin Anda Menyukai

Translate »