Didalam lokasi Gudang besi di Jl. Kayu Putih 28 , merangkap usaha merakit pintu dari Fiber diduga untuk menghindari pajak.

Medan , — IvoryNews.ci.id
Gudang besi yang ber-alamat di Jl. Kayu Putih no 28 , Lingkungan 8, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli , selama ini mengandung tanda tanya bagi masyarakat sekitar dan diduga memiliki banyak karyawan  juga melakukan usaha produksi Pintu yang terbuat dari Fiber.(06/12/2017).
Menurut informasi masyarakat bahwa Gudang besi tersebut selalu tertutup dan menutup diri terhadap masyarakat karena memang ada kegiatan lain selain dari Gudang dan tidak jelas pemiliknya.
Konfirmasi yang dilakukan awak media terhadap Edy yang mengaku sebagai pengurus atau pimpinan di perusahaan dan/ atau Gudang tersebut menjelaskan bahwa selain gudang besi memang ada kegiatan lain yaitu pembuatan merakit pintu yang terbuat dari bahan Fiber
“ Kita ada merakit pintu, bukat pabrikasi, karyawan kita tidak sampai 50 orang seperti yang diberitakan..tapi berjumlah 17 orang sebagai pekerja merakit pintu.” Kata Edy.
“ Apakah pekerja sudah ada BPJS..?”. Tanya awak media
“ Pekerja disini adalah Buruh Harian Lepas dan tidak ada BPJS, namun jika terjadi kecelakaan kerja maka perusahaan akan bertanggungjawab.  Mereka juga bekerja disini tidak ada memasukkan Lamaran kerja, karena bisa saja pekerja itu tidak datang setelah seminggu bekerja, tetapi kemudian datang lagi pekerja lain dengan dibawa temannya …jadi mereka tidak menetap dan tidak mau digaji bulanan “ tambah Edy.
Edy juga menjelaskan bahwa Gudang besi tersebut bukan PT. Indo Baja Mandiri seperti yang diberitakan sebelumnya , tetapi merupakan Toko Indo Kanopi Mandiri.
Didalam memberi  penjelasan , Edy selalu menekankan bahwa penjelasannya dapat dipercaya sehingga dengan mengatakan bahwa Gudang tersebut merupakan Toko Indo Kanopi Mandiri sepertinya sudah pasti benar dan mengharuskan awak media percaya.
 Oleh karena  dalam keterangan Edy  membantah informasi  yang diperoleh dari nara sumber sebelumnya maka Awak media meminta agar Edy menunjukkan bukti  berkaitan dengan ijin Toko atau ijin usaha lainnya berkaitan dengan Gudang dan Toko, namun Edy selalu mengelak sehingga keterangan yang disampaikan Edy tidak didukung bukti yang akurat dan diragukan.
Bahkan dalam keterangan Edy juga disebut bahwa lokasi tanah dan bangunan Gudang itu merupakan kontrak terhadap seseorang (tidak disebut pemiliknya).
Nomor alamat Gudang Jl. Kayu Putih diakui Edy nomor 28 dan tidak dapat dilihat nomor alamat Gudang karena baru dilakukan pengecatan sehingga nomor( 28) terhapus , sementara ketika awak media menanyakan ke pihak Kelurahan Tanjug Mulia Hilir berkaitan dengan alamat Gudang mengatakan tidak ada Gudang di Jl. Kayu Putih dengan menggunakan  nomor 28 .
Perbedaan informasi yang disampaikan Edy membutuhkan konfirmasi lanjutan kepada Instansi terkait agar terdapat kejelasan tentang  usaha Gudang dan merakit pintu yang diduga menghindari pajak….(Tim)

 

Mungkin Anda Menyukai

Translate »