Jakarta , — IvoryNews.co.id
Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil Yulianis, bekas anak buah mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Dalam kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang yang menyeret petinggi Partai Demokrat, Yulianis sempat membuat heboh setelah mengungkap sosok mantan bosnya, Nazaruddin.
“Iya. Untuk saat ini pemanggilan tersebut akan kami agendakan, tapi waktunya belum kita tentukan karena hari ini kita akan rapat internal dulu,” kata Wakil Ketua Pansus Risa Mariska saat dikonfirmasi, Senin (3/7).
Risa menjelaskan, sampai saat ini Pansus baru berencana melakukan pemanggilan terhadap Yulianis. Untuk pihak lain belum dipastikan. Pansus juga belum dapat memastikan apakah berniat melakukan pemanggilan terhadap mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang disebut ikut terlibat dalam kasus korupsi Hambalang.
“Terkait dengan pemanggilan pihak-pihak lain seperti Anas, Kami belum putuskan. Kalau kami rasa tidak perlu dipanggil ya kita tidak akan panggil,” ujarnya.
Pansus Hak Angket KPK siang ini akan kembali menggelar rapat internal untuk menentukan pihak mana yang akan diundang mau pun dipanggil.
Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua Pansus Taufiqulhadi menyebutkan pihaknya akan mendengarkan pandangan dari para pakar hukum, seperti Yusri Ihza Mahendra dan Romli Atmasasmita. “Pakar sudah kami undang. Tanggal 10 Juli,” ujarnya.
Seperti diketahui, pada tahun 2015 lalu Yulianis menghebohkan media sosial lewat akun twitternya dengan hashtag #kisahNZ. Sementara, Saat bersaksi di persidangan kasus suap wisma atlet Hambalang dengan terdakwa Nazaruddin, Yulianis mengaku, jika Grup Permai dan anak perusahaannya berperan menggiring proyek-proyek pemerintah agar tendernya dimenangkan mereka yang membayar perusahaan itu.
Dalam kasus ini, PT Anak Negeri, salah satu anak perusahaan Grup Permai, berperan membantu PT DGI memenangkan tender proyek.
Dalam persidangan Yulianis juga mengaku bekas bosnya itu menggunakan fee hasil menggiring proyek untuk membeli saham perdana PT Garuda Indonesia. Total saham yang dibeli Nazaruddin melalui lima anak perusahaan Grup Permai itu mencapai Rp 300,8 miliar…(Red)
sumber: merdeka.com