Kontrak Emas Berjangka melemah di Tengah Meredanya Risiko Geopolitik dan Ekonomi

CHICAGO ,  — IvoryNews.co.id
Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan pengenaan tarif tinggi untuk semua impor baja dan aluminium, yang memicu kritik di dalam negeri dan dari luar negeri dan mengakibatkan penurunan di pasar saham. Investor khawatir bahwa potensi perang dagang dengan mitra AS pada akhirnya akan merugikan ekonomi.
Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir melemah pada hari Senin, 12 Maret 2018 waktu setempat karena risiko geopolitik dan ekonomi mereda.
Mengutip Xinhua, Selasa (13/3/2018), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April turun 3,2 dolar AS, atau 0,24 persen, untuk menetap di 1320,80 dolar AS per ons.
Namun, kekhawatiran tentang tindakan balasan dari negara lain telah berkurang belakangan ini karena sejumlah negara mencari pembebasan dari tarif AS melalui perundingan.
Sementara itu, data resmi terbaru menunjukkan bahwa total pekerjaan non-pertanian meningkat sebesar 313.000 di bulan Februari, menandakan kekuatan ekonomi AS.
Semua faktor telah membuat aset safe haven seperti emas kurang atraktif bagi investor.
Pada hari Senin, indeks dolar AS, sebuah ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,08 persen menjadi 90,04 pada 16.36 GMT.
Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah. Jika dolar melemah, emas berjangka akan naik atau dicegah dari penurunan tajam.
Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 7,2 sen dolar AS atau 0,43 persen, untuk menetap di 16,536 dolar AS per ons. Platinum untuk April turun 1,30 dolar AS atau 0,13 persen, ditutup pada 962,90 dolar AS per ons.

Mungkin Anda Menyukai

Translate »