DPR Minta agar pelaku UMKM tidak dipersulit dalam Proses Pembiayaan dari LPDB.

JAKARTA , — IvoryNews.co.id
Anggota Komisi VI DPR RI Endang Srikarti Handayani meminta agar para pelaku UMKM tidak dipersulit dalam mengakses pembiayaan dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB). Ini perlu untuk pengembangan UMKM dan target serapan.
“Saya minta proses pembiayaannya jangan bertele-tele, karena pada akhirnya diberikan juga. Tapi saya mendukung tetap harus melalui mekanisme yang berlaku. Apalagi dengan anggaran Rp 1,2 triliun, penyerapan dana mesti maksimal,” kata politisi F-Golkar saat memberi sambutan pada seminar bertopik Pelatihan Kewirausahaan Melalui GKN untuk Organisasi Masyarakat di Gedung Kementerian Koperasi dan UKM, Minggu (11/2/2018).
Menurut Endang, permodalan ini begitu perlu untuk keberlanjutan usaha, terlebih supaya koperasi dan UMKM tidak berhenti atau jalan di tempat. “Yang namanya usaha, untuk memulai perlu modal dan bagi para pelaku usaha kalau diberikan tambahan modal akan berkembang, apalagi dengan adanya persaingan usaha global. Tanpa permodalan mereka akan kalah nantinya,” pungkas politsi dapil Jawa Tengah V ini.
Acara ini adalah bagian dari tujuan penyerapan anggaran Rp 1, 2 triliun dana alokasi untuk pengembangan UMKM.  Dengan mengadakan acara begini, sosialisasi juga tersampaikan pada masyarakat dengan efektif.
“Saya sebagai wakil rakyat yang bertugas di Komisi VI DPR harus memfasilitasi agenda seperti ini untuk rakyat. Buat saya wajib 24 jam melayani rakyat, karena ini amanah yang harus dijalankan dan ini juga bentuk cinta kepada rakyat,” tutupnya saat wawancara dengan Parlementaria.
Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi Bidang Peran Serta Masyrakat Hariyanto menyebutkan, beberapa peserta yang ikuti pelatihan wirausaha juga akan mendapat sertifikat. Sertifikat itu akan dijadikan satu diantara syarat pembiayaan dana bergulir.
“Para pelaku usaha jika ingin mengajukan harus membuat proposal. Kemenkop menyediakan bantuan modal usaha untuk pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) maksimal Rp 13 juta, sedangkan pembiaayan dana bergulir (LPDP) minimal Rp 50 juta,” katanya….(BN)

Mungkin Anda Menyukai

Translate »