Tinggal di Rutan KPK, Setya Novanto menyebut Ibarat di rumah Kost

Jakarta , — IvoryNews.co.id
Ibarat roda yang berputar, jalan hidup seseorang pun sama. Kadang seseorang berada di atas, namun suatu ketika ia harus berada di bawah. Roda hidup seperti ini juga harus dijalani Setya Novanto. Mantan Ketua DPR RI itu kini tengah menjalani “ujian” dan terpaksa tinggal di rutan KPK sejak Desember 2017.
Setya Novanto saat ini tengah menjalani persidangan kasus e-KTP. Jaksa KPK menuduhnya dengan sejumlah dakwaan yang berat seperti memperkaya diri sendiri dan orang lain serta merugikan keuangan negara. Toh, semua itu dijalani Setya Novanto dengan legowo. “Kalau harus seperti ini, ya biarlah saya jalani,” ucap Setya Novanto.
Kehidupan di rutan KPK tentu berbeda dengan kehidupan yang selama ini ia jalani. Bukan soal kebebasannya saja yang telah direnggut, yang membuat bapak empat anak ini merasa nelangsa namun sejumlah pelayanan eksklusif yang bisa ia dapatkan di kehidupan luar rutan juga hilang.
Setya Novanto pun menyebut kehidupannya di Rutan ibarat di rumah kos. Di sana ia harus mencuci baju sendiri, membersihkan ruangan sendiri dan menikmati makanan ala kadarnya. Tentu lain dengan kebiasaannya setelah sukses menjadi pengusaha dan politisi selama tiga puluh tahun terakhir yang dia dapatkan.
Saat menjadi penguasa, pejabat dan politisi, Setya Novanto mengakui bisa menikmati kehidupan mewah. Dia bahkan memiliki beberapa asisten pribadi yang siap membantunya selama 24 jam, 7 hari dalam seminggu. Mau apa saja bisa perintah dan semuanya beres.
“Ya, kalau kemarin-kemarin memang saya bisa hidup enak. Ada fasilitas yang bisa saya terima atau dapatkan. Kalau sekarang semua seperti terbalik. Saya musti cuci baju sendiri, ngepel lantai kamar sendiri, setrika sendiri. Ya begitulah kehidupan di “dalam” ucap Setya Novanto kepada breakingnews.co.id, selama masa rehat sidang, Kamis (8/2/2018).
Namun menjalani kehidupan seperti “anak kos” di Rutan KPK, bukanlah sesuatu yang baru bagi Setya Novanto. Dulu, pada periode tahun 1970-an, kehidupan seperti saat ini pernah ia jalani. Setya Novanto pernah kos, bahkan “ngenger” di Surabaya saat menuntut ilmu di bangku kuliah.
“Mungkin ini seperti nostalgia kehidupan saya yang dulu. Saya berangkat dari orang yang bisa disebut bukan siapa-siapa, saat muda dulu,” ujarnya mengenang kehidupannya pada masa muda yang sangat mandiri.
Pada masa mudanya, Setya Novanto pernah menjadi tukang cuci mobil, dan jualan beras di pasar. Ibaranya, ia menjadi seorang pembantu di tempat kos sekedar agar tak dikenai biaya oleh si empunya rumah. Maka Setya Novanto, sebenarnya tak merasa kaget atau tak bisa melakukan semua kegiatannya saat ini di Rutan KPK.
Justru sebaliknya, Setya Novanto merasa tengah menjalani kehidupannya saat pertama-tama menjalani hidupnya sebagai manusia dewasa. Ia harus bekerja keras untuk mendapatkan kenikmatan di kemudian hari.
Ibarat roda yang berputar, setelah sempat di bawah, di atas lalu di bawah lagi, Setya Novanto yakin suatu saat roda nasibnya akan kembali berada di atas…(BN)

Mungkin Anda Menyukai

Translate »