POLDA SUMUT KEMBALI TEMBAK MATI TIGA TERSANGKA NARKOBA INTERNASIONAL

MEDAN , — IvoryNews.co.id
Untuk kesekian kalinya personel Ditres Narkoba Poldasu menembak mati para kurir dan bandar narkoba jaringan internasional baik dari Malaysia Pekan Baru maupun Aceh, dalam pengedaran Narkoba di wilayah Sumatra Utara
Meskipun dilakukan tindakan Tegas oleh Polda Sumut tetapi tidak membuat jera para pelaku pengedar maupun bandar narkoba melaksanakan aksinya di wilayah polda sumut. Oleh karena itu, Kapoldasu Irjen Paulus Waterpauw kembali menegaskan akan memulangkan para perusak generasi bangsa ini ke Rahmatullah. “Kita pulangkan dengan paksa ke Rahmatullah menghadap Allah.
Karena sudah menghancurkan kehidupan calon penerus bangsa,” kata Paulus di depan kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Medan saat memaparkan pengungkapan peredaran narkoba jaringan internasional, Senin (8/1/2018).

Dalam paparan di RS Bhayangkara Medan, Senin, Kepala Polda Sumatera Utara, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw, mengatakan, pengungkapan kasus itu berawal dengan tertangkapnya pengedar narkoba Azh, Rabu (3/1), di Jalan Bunga Asoka, Kecamatan Medan Sunggal.

Dalam penggeledahan di rumah Azh di Jalan Pemasyarajatan, Kabupaten Deliserdang, ditemukan shabu-shabu seberat empat kg dalam bungkusan plastik berwarna kuning yang merupakan kemasan teh dengan merk Guanyinwang.

Dalam penggeledahan itu, disita barang bukti lain berupa dua unit telepon genggam, tujuh buku rekening, dan satu unit sepeda motor dengan nomor polisi BK 2599 ACW.

Di saat rumahnya digeledah, Azh berupaya melarikan diri sehingga polisi melumpuhkannya dengan tembakan di bagian kaki.

Setelah dikembangkan, keesokan harinya (Kamis, 4/1), ditangkap empat lagi pengedar narkoba yakni TST, Sus, Jn, dan CYF yang merupakan WN Malaysia di Jalan Imam Bonjol dan Jalan Asia.

Setelah dilakukan pengembangan ke empat lokasi, juga disita barang bukti sabu-sabu seberat 11 kg dan delapan unit telepon genggam milik tersangka.

Namun ketika pengembangan kasus itu, keempat tersangka berusaha melarikan diri. Tersangka hanya terkena tembakan di bagian kaki, sedangkan tiga tersangka lain tewas, termasuk CYF yang merupakan WN Malaysia.

Selain sabu-sabu, telepon genggam, dan sepeda motor, polisi juga menyita paspor Malaysia atas nama Cinta Yoon Fah dengan nomor A-50052058.

Untuk kepentingan otopsi, tiga jenazah pengedar narkoba internasional tersebut dibawa RS Bhayangkara Medan di Mako Satuan Brimob Polda Sumatera Utara.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara, Komisaris Besar Polisi Hendri Marpaung, mengatakan, penggunaan kemasan teh tersebut hanya modus untuk mengelabui petugas agar menganggap sabu-sabu tersebut sebagai produk teh…(MM)

Mungkin Anda Menyukai

Translate »