Rehabilitasi gedung SD di Desa Tanjung Rejo Kec.Percut Sei Tuan, Kab. Deli Serdang patut dipertanyakan

Deli-Serdang , — IvoryNews.co.id
Selama 2 minggu kegiatan pekerjaan  bantuan rehabilitasi ruang kelas SDN 106160 dan 101782 di Desa Tanjung Rejo Kecamatan Hamparan Perak , Kabupaten Deli Serdang, terbengkalai akibat tidak dikerjakan oleh tukang yang membuat para guru dan siswa siswi merasa tidak nyaman karena lokasi lokal kelasnya sedang dalam pekerjaan kodisi direhab , sehingga mengganggu proses belajar. Hal ini terlihat ketika awak media datang ke lokasi sekolah tanggal 07 desember 2017….(31/12/2017)

Pengerjaan bantuan rehabilitasi ruang kelas  SDN 106160 dengan sumber dana APBN sebesar Rp.301,942.100,- untuk 4 ruang kelas merupakan Swakelola dan ada pengerjaan  dengan pagu anggaran Rp.194.295.000,- dengan sumber dana APBD yang dikerjakan oleh  CV.Hanopan Natama.
Dari penelusuran wartawan ini dilokasi pekerjaan memang tampak terlihat ada tiga plank anggaran yang telah terpampang disebuah lokasi pekerjaan yang tercantum Nama Kegiatan Pelaksanaan Konsultan Tim Takola, pelaksana Swakelola (TPBSSD) sumber dana dari APBN tahun 2017,  jumlah Dana Bantuan masing tertulis kegiatan Bantuan Rehabilitas ruang kelas SDN.106160 pagu.Rp.194.295.000.dan Rp.301.942.100 ini merupakan 2 plank dengan SD yang sama.
Sedangkan untuk SDN 101782 yang keberadaannya satu area , ini untuk 4 ruang kelas yang direhab mencapai Rp.285.489.280,- denngan sumber dana APBN yang merupakan Swakelola.

Menurut keterangan pihak penjaga sekolah kepada wartawan ketika  di lokasi menyebutkan, ” sudah berapa hari pihak pekerja tidak masuk sehingga kami pun bingung mau cari dimana, sedangkan kalau hujan turun kasihan murid pada bingung karena ruang kelas mereka pada bocor akibat belum dipasang atap dan banyak kayu berserakan, gimana ini sudah dihancurkan sekolahnya kok malah ditinggalkan…”.jelas penjaga sekolah.
Ketika dilakukan konfirmasi kepada Kepala Sekolah SD nomor 106160…Zulmauli  ,yang dijumpai di rumahnya di depan seberang jalan lokasi sekolah , tidak diperoleh informasi karena Kepala Sekolah Zulmauli tidak dapat dijumpai dan pihak keluarga mengatakan beliau lagi memancing ikan di laut dan tidak dapat dihubungi karena HP nya tinggal dirumah. Pihak keluarga terkesan tertutup untuk memberi informasi ,bahkan tidak bersedia untuk memberikan nomor HP Zulmauli agar dapat dihubungi .

” Bapak tidak dirumah dan lagi pergi memancing ikan di laut, dihubungi juga tidak bisa karena HP nya tinggal…” kata seorang penjaga toko yang dimungkinkan keluarga Zulmauli.
Awak media mendatangi kantor Desa Tanjung Rejo untuk memperoleh informasi yang lebih jelas berkaitan dengan rehabilitasi sekolah di Desa tersebut, namun tidak dapat menjumpai Kepala Desa . Informasi diperoleh hanya berkaitan dengan nama Kepala Sekolah SD nomor 106160 ,Zulmauli yang warga Desa Tanjung Rejo dan ber domisili di depan sekolah .
Pantauan terakhir di lokasi sekolah (28/12/2017) masih banyak pekerjaan rehab yang belum selesai sehingga diragukan untuk dapat selesai pada 31 desember 2017 , namun hal ini perlu dipertanyakan kepada pihak instansi terkait mengapa Kepala Sekolah tidak melakukan pengawasan terhadap pengerjaan rehabilitasi sekolah yang merupakan Swakelola dan bahkan cenderung tidak perduli , tidak bersedia dilakukan konfirmasi. Sampai dengan berita ini ditulis , Kepala Sekolah Zulmauli dan Kepala Sekolah SD nomor 101782 dan pihak CV.Hanopan Natama belum dapat dihubungi dan tidak dapat di konfirmasi…(GSM-Han)
(Handoko)

Mungkin Anda Menyukai

Translate »