Jakarta , — IvoryNews.co.id
Aturan lima hari sekolah masing-masing selama delapan jam bakal diganti oleh Peraturan Presiden   (Perpres).
Perpres akan menyediakan pilihan bagi sekolah, bisa memilih sekolah lima hari sepekan atau enam hari sepekan.
Hal ini diungkapkan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (27/8/2017) malam. Perpres itu tak lama lagi akan terbit. “Sudah selesai sinkronisasi,” kata Pratikno.
Perpres itu sedang diproses oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Perpres itu akan menguatkan pendidikan karakter. “Pendidikan karakter saja,” ujar Pratikno.
Dalam Perpres, tak ada lagi ketentuan yang mewajibkan sekolah untuk menyelenggarakan lima hari sekolah sepekan masing-masing selama delapan jam per hari. Ketentuan itu diganti dengan opsi yang disodorkan ke pihak sekolah.
“Intinya adalah bisa enam hari, tapi bisa juga ada peluang lima hari. Pada prinsipnya enam hari,” kata Pratikno.
Dia menjelaskan, dalam Perpres ini ketentuan lima hari delapan jam waktu belajar di sekolah menjadi tidak wajib. “Oh sangat, sangat tidak wajib. Nanti tunggu saja terbitnya,” kata Pratikno.
Lima hari sekolah berisi masing-masing delapan jam per hari adalah ketentuan yang termaktub dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) tentang hari sekolah. Bila Perpres terbit, maka Permendikbud itu tak akan berlaku lagi.
sumber : detik.com