Terharu! Komunitas Keamanan Siber Galang Dana untuk Pembebasan Penakluk WannaCry

LAS VEGAS – Pakar keamanan siber Inggris, Marcus Hutchins, yang dituduh menciptakan dan menjual software malware yang mencuri password bank telah dilepaskan dari penjara Amerika Serikat.
Dikutip laman The Telegraph, Selasa (8/8/2017), juru bicara penjara Kayla Gieni mengatakan bahwa ia (Marcus Hutchins) tak lagi berada di fasilitas mereka. Namun, ia tak bisa mengatakan apakah Hutchins dibebaskan dengan jaminan sebagaimana diperintahkan hakim pada Jumat 4 Agustus 2017.
Penakluk WannaCry ini sendiri disebut mendapatkan jaminan yang ketat untuk pembebasannya. Ia tak diizinkan memiliki akses ke internet, menyerahkan paspor dan dipantau oleh GPS. Tak hanya itu, ia juga bahkan harus membayar USD30.000.
Terlepas dari itu, Hutchins dari Ilfracombe, Devon, dijadwalkan hadir di pengadilan di Milwaukee pada Selasa (8/8/2017) waktu setempat, ia didakwa dengan tuduhan menciptakan dan menjual malware yang dikenal dengan Kronos. Pengacaranya, Adrian Lobo, mengatakan bahwa mereka akan melawan kasus ini dan Hutchins akan mengajukan permohonan tak bersalah atas semua tuduhan, yang berlangsung antara Juli 2014 hingga Juli 2015.
Dengan sidang dengar pendapat untuk Selasa di Wisconsin, banyak pendukung Hutchins berkumpul untuk menyumbang demi menutupi biaya hukumannya. Dana tersebut dipersiapkan oleh Symantec Cybersecurity Czar Tarah Wheeler dan firma hukum teknologi Tor Ekeland.
“Meskipun kita sebagai sebuah komunitas tidak mengetahui semua rincian tentang tuduhan terhadap [Marcus Hutchins] (karena beberapa rincian telah dipublikasikan saat ini), kami mengetahui bahwa semua orang memiliki hak untuk mendapatkan pembelaan dan pembelaan hukum di Amerika Serikat ketika Dituduh melakukan kejahatan, “tulis Wheeler dalam pesan yang menyertai halaman sumbangan tersebut seperti dikutip dari Tech Crunch.
Hutchins menghadapi serangkaian tuntutan yang mencakup pembuatan kode Kronos dan menawarkannya di AlphaBay, pasar gelap online yang ditutup pada Juli. Namun, peneliti muda tersebut tak mengaku bersalah atas tuduhan di pengadilan Las Vegas.
Sumber : Okezone.com

Mungkin Anda Menyukai

Translate »